Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Soal Kasus Kepsek SMA Cimarga Tampar Siswa, Ini Kata Gubernur Andra Soni

By On Rabu, Oktober 15, 2025

Gubernur Banten, Andra Soni. 

SERANG, DudukPerkara.News – Soal kasus Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang menampar siswa karena merokok di lingkungan sekolah, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, proses penonaktifan Kepsek tersebut sedang dilakukan.

“Itu sedang kita proses untuk dinonaktifkan,” kata Andra kepada wartawan, Selasa, 14 Oktober 2025.

Menurutnya, proses penonaktifan berlangsung di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.

“Lebih jelasnya coba nanti ke Pak Sekda atau Dindik,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan Banten, Lukman mengatakan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku.

Menurutnya, BKD nanti yang akan menentukan sanksi bagi Kepsek yang menampar murid itu.

“Kita masih menunggu hasil dari BKD. Tugas kita hanya melakukan BAP awal, lalu hasilnya diserahkan ke BKD. Nanti BKD yang menentukan apakah dikembalikan sebagai guru, tetap menjabat sebagai kepala sekolah, atau ada tindakan lain,” ujarnya.

Lukman mengatakan, peristiwa itu bermula saat Kepsek memergoki siswanya merokok di belakang sekolah. Kepsek kemudian menegur dan mengingatkan siswa.

“Tapi, sambil mengingatkan itu, mungkin bahasanya agak keras ya, mungkin bahasa orang sana, jadi agak beda. Itu hal yang biasa mungkin ya, kita juga belum tahu pasti,” tuturnya.

“Tapi menurut pengakuan Kepsek, memang sempat ngeplak (menepuk kepala siswa). Saya tidak tahu apakah keras atau tidak, tapi pengakuannya memang begitu,” imbuhnya.

Lukman juga akan meminta klarifikasi kepada siswa dan Kepsek. Dia menyebut, kasus itu juga menimbulkan pro kontra di kalangan internal sekolah.

“Nanti semuanya akan kita klarifikasi dari Kepsek, Guru,Ssiswa, hingga Komite. Karena memang dari laporan yang masuk, Guru di sekolah itu juga terbelah. Ada yang senang, ada yang tidak senang dengan Kepsek,” ujarnya. (*/red)

Ini Sosok Mbah Tarman yang Viral Nikahi Wanita dengan Mahar Cek Rp 3 Miliar

By On Selasa, Oktober 14, 2025

Mbah Tarman. 

PACITAN, DudukPerkara.News – Viral di media sosial video yang memperlihatkan prosesi pernikahan antara Tarman (74) dan Sheila Arika (24), warga Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim).

Pernikahan itu viral lantaran pasangan dengan selisih usia 50 tahun itu menikah dengan mahar berupa cek senilai Rp 3 miliar.

Diketahui, pernikahan mereka berlangsung pada Rabu malam, 08 Oktober 2025.

Ayah Sheila, Arief Supriadi mengungkap bahwa menantunya, Tarman, sempat memperkenalkan diri sebagai “orang kepercayaan bos rokok”.

“Dia (Tarman) bilangnya kepercayaan bos rokok,” ujar Arief kepada wartawan, Minggu, 12 Oktober 2025.

Arief mengatakan, Tarman datang ke rumahnya sekitar sebulan sebelum pernikahan untuk menyampaikan niat melamar putrinya.

“Ngomongnya dekat sama pengusaha cengkeh itu lo, salah satu perusahaan rokok. Kepercayaan bos rokok lah,” ujarnya.

Arief juga menyebut, Tarman mengaku berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

“Alamatnya Kabupaten Wonogiri,” ucapnya.

Usai kabar pernikahan itu viral, publik ramai mempertanyakan keaslian cek senilai Rp 3 miliar yang dijadikan mahar.

Sejumlah warganet bahkan berspekulasi bahwa cek tersebut palsu. Menanggapi hal itu, ibu mempelai perempuan, Kana Kumalasari, menyatakan percaya penuh kepada anaknya.

“Untuk cek saya percaya anak saya, sudah itu,” ujar Kana.

Ia membenarkan bahwa mahar yang diberikan Tarman memang berupa cek, bukan uang tunai.

“Mengenai mahar cek ya iya mas, maharnya cek. Berupa cek, bukan cash memang iya,” ungkap Kana saat ditemui di rumahnya, Desa Jeruk, Kecamatan Bandar.

Kana menyebut, berdasarkan yang tertera di cek, cek tersebut dijadwalkan bisa dicairkan pada 10 Oktober 2025.

“Seperti yang tertera di cek, hari ini dicairkan tanggal 10 Oktober 2025,” ujarnya.

Usai pernikahan, muncul isu bahwa Tarman kabur dari rumah mertua di Pacitan usai menikah. Namun, Kana Kumalasari dengan tegas membantah isu tersebut.

“Ndak kabur, hoaks itu. Tidak kabur mereka (Tarman dan Sheila Arika), itu bulan madu. Mereka menyebutnya honeymoon,” ujar Kana, Jumat, 10 Oktober 2025.

Dia mengatakan, anaknya dan sang suami memang berpamitan untuk berbulan madu.

Bahkan, kata dia, Kana mengaku masih berkomunikasi dengan keduanya melalui video call.

“Sekali lagi ya tidak kabur, mereka honeymoon. Pamitan lo sama saya,” ujarnya.

Menurut Kana, ia memilih untuk percaya pada anaknya karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral.

“Menikah itu tidak hanya sehari, sepekan atau sebulan. Akan tetapi selamanya. Makanya saya percaya dengan anak saya,” ujarnya.

Kapolsek Bandar, Iptu Diko, turut mengonfirmasi kabar mengenai kepergian Tarman dan Sheila.

Ia memastikan bahwa pasangan tersebut memang sedang bepergian dengan izin keluarga.

“Kepergian kedua mempelai, Tarman dan Sheila, mendapat restu dari kedua orang tua dan komunikasi lewat video call aman dan lancar,” terang Diko.

Pernikahan beda usia dengan mahar fantastis ini terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Warganet memperdebatkan keaslian cek Rp 3 miliar yang dijadikan mas kawin, serta latar belakang sosok Mbah Tarman yang disebut sebagai “kepercayaan bos rokok”.

Meski begitu, keluarga mempelai perempuan menegaskan bahwa hubungan keduanya sah secara agama dan hukum, serta dijalani dengan saling percaya. (*/red)

Polisi Usut Penyebab Ledakan di Gedung Nucleus Farma Pondok Aren, Sembilan Saksi Diperiksa

By On Jumat, Oktober 10, 2025

Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang (kedua dari kiri). 

TANGSEL, DudukPerkara.News – Ledakan terjadi di sebuah gedung farmasi di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu malam, 08 Oktober 2025.

Pihak Kepolisian menyebut, gedung farmasi yang meledak tersebut memproduksi obat-obatan.

“Memang karena perusahaan Nucleus ini di bidang farmasi memproduksi obat-obatan. Kami sementara mendalami kegiatan yang dilakukan,” kata Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang kepada wartawan, Kamis, 09 Oktober 2025.

Victor mengatakan, pihaknya telah memeriksa sembilan saksi terkait ledakan tersebut, dan keterangan para saksi itu masih didalami.

“Sampai saat ini sudah ada sembilan orang saksi-saksi yang sudah kami lakukan pemeriksaan secara intensif,” ujarnya.

“Sementara kami dalami, baik dari karyawan dan pemilik perusahaan sementara kami lakukan pemeriksaan secara intensif,” imbuhnya.

Victor juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir. Pihaknya memastikan tidak ada kandungan bahan peledak atau bom dalam insiden tersebut.

“Kami sudah tekankan bahwa hasil pemeriksaan dan sterilisasi Gegana Polda Metro Jaya bahwa tidak ditemukan adanya bom dan residu bahan peledak. Kami menjamin bahwa keadaan aman dan terkendali sehingga masyarakat tidak perlu risau,” pungkasnya.

Diketahui, ledakan tersebut terjadi pada Rabu, 08 Oktober 2025, sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara dampak ledakan mengakibatkan gedung empat lantai tersebut rusak. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tadi malam dan melakukan sterilisasi. (*/red)

Basarnas Sebut Total Korban Tragedi Ponpes Ambruk di Sidoarjo Capai 171 Orang

By On Rabu, Oktober 08, 2025

Evakuasi korban Mushola ambruk di Ponpes Al Khoziny. 

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menyatakan, jumlah total korban ambruknya bangunan Musholla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mencapai 171 orang.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, dari total 171 korban sebanyak 104 orang dinyatakan selamat, sedangkan 67 lainnya dilaporkan meninggal dunia.

“Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi 171 korban, dengan korban selamat 104 orang. Sementara 67 korban dinyatakan meninggal dunia dengan delapan di antaranya merupakan bagian tubuh korban yang tidak lengkap,” kata Syafii kepada wartawan, Selasa, 07 Oktober 2025.

Menurut Syafii, dengan ditemukannya seluruh korban dari lokasi reruntuhan maka seluruh rangkaian misi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.

Seluruh korban meninggal saat ini telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim untuk proses identifikasi para korban.

Ia memastikan, proses identifikasi korban dan juga seluruh proses lain termasuk investigasi penyebab bencana tersebut akan tetap berlanjut dan bukan merupakan kewenangan dari Basarnas.

Syafii berharap, Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dapat segera pulih dari bencana tersebut sehingga proses belajar mengajar dapat segera kembali seperti sedia kala.

Sementara untuk proses rehabilitasi Ponpes Al Khoziny, Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat akan memberikan supervisi yang ketat dalam proses pelaksanaan demi memastikan kegiatan di Ponpes tersebut berjalan dengan aman dan terhindar dari musibah serupa.

Sementara itu, Ketua Alumni Ponpes Al Khoziny selaku perwakilan dari Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, KH Zainal Abidin menyatakan, kegiatan belajar mengajar ke depannya akan menjadi perhatian khusus pengasuh dan pengurus Ponpes.

“Sudah pasti akan dimusyawarahkan oleh pengasuh dan para pengurus ponpes untuk mekanisme program belajar mengajar selanjutnya di ponpes ini,” ujarnya.

Ia mengaku tidak dapat memberikan keterangan lebih banyak terkait proses investigasi bencana.

Ia meminta seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab bencana tersebut. (*/red)

Proses Pencarian Korban Ponpes Al Khoziny Resmi Dihentikan

By On Rabu, Oktober 08, 2025

Proses evakuasi korban robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), pada Senin, 29 Oktober 2025.

Basarnas menyatakan, sebanyak 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk di antaranya terdapat 8 body part.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menutup operasi ini lewat apel resmi di halaman Ponpes Putra Al Khoziny pada hari kesembilan usai terjadinya insiden tersebut.

“Hari ini masuk di hari ke-sembilan, kita telah menyelesaikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban dan kita juga telah bisa memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh,” kata Syafii kepada wartawan usai apel penutupan, Selasa, 07 Oktober 2025.

Saat ini, kata Syafii, area ambruknya Ponpes tersebut telah steril dan tidak ada korban yang belum ditemukan.

“Kita pastikan bahwa kejadian ini terisolasi dalam satu titik. Jadi saya sampaikan kepada teman-teman bahwa kejadian ini pertama waktunya jelas, titiknya jelas, kondisi kejadiannya juga jelas, sehingga kita pastikan ini terjadi di tempat yang sudah terisolasi dengan jelas,” ujarnya.

Dia juga menyoroti beberapa kendala selama proses pelaksanaan operasi pencarian. Seperti kendala akses masuk ke lokasi kejadian yang sempit hingga menyulitkan pergerakan maupun alat-alat yang digunakan.

“Begitu juga pada saat korban masih ada tanda-tanda kehidupan kita juga harus melakukan tindakan yang terukur untuk menyelamatkan dan alhamdulillah itu bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Kemudian terkait dengan bangunan lain yang berada di sekitar lokasi, menurutnya akan dilakukan asessment oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan kelayakan maupun keamanannya.

“Untuk melihat bagaimana struktur kekuatan gedung itu nanti ada pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk meng-assessment. Sampai dinyatakan bahwa gedung ini apakah perlu diperkuat atau mungkin tindakannya apa,” pungkasnya. (*/red)

Sudah Teridentifikasi, Tiga Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Diserahkan ke Keluarga

By On Minggu, Oktober 05, 2025

Tiga jenazah korban Ponpes Al Khoziny diserahkan ke keluarga. 

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Tiga jenazah korban ambruknya Mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil diidentifikasi oleh petugas dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa tampak hadir langsung dalam proses serah terima jenazah.

Ia tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan kesedihan keluarga korban yang menangis histeris saat mengetahui jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut adalah anaknya.

Ketiga jenazah yang telah teridentifikasi merupakan santri asal Kota Surabaya. Setelah proses shalat jenazah di RS Bhayangkara, ketiganya langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing.

“Dini hari ini juga akan kami serahkan, karena keluarga pasti menghendaki cepat,” kata Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes M. Khusnan, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu, 05 Oktober 2025.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim menyampaikan, identifikasi tiga jenazah baru yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabuangan itu melalui metode medis, forensik, dan pencocokan data ante mortem dengan pihak keluarga.

Proses identifikasi dilakukan secara teliti menggunakan pencocokan gigi, properti pribadi, data medis, dan sidik jari.

Ketiga jenazah yang berhasil diidentifikasi itu, di antaranya:

1. FN (16), warga Tembok Lor, Surabaya. Jenazah dengan nomor PM RSPB 002 ini teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi.

2. MAI (13), warga Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya. Teridentifikasi melalui data medis dan properti, dicocokkan dengan data ante mortem nomor AM 007.

3. DM (15), warga Sidokapasan, Surabaya. Jenazah dengan nomor PM RSB B006 dikenali melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, medis, dan properti pribadi.

“Ketiganya teridentifikasi melalui data antemortem melalui medis dan properti yang diserahkan kepada kami,” ujarnya.

Dengan demikian, total sudah ada delapan jenazah yang telah berhasil Tim DVI identifikasi. Sementara lainnya masih dalam proses.

Terkait satu bagian tubuh (body part) yang ditemukan berupa kaki kanan masih dalam proses identifikasi menggunakan pengujian DNA.

“Untuk body part, bagian tubuh yang ditemukan berupa kaki kanan, dan belum dihitung sebagai satu jenazah karena masih menunggu hasil pencocokan DNA. Besok (Minggu, 05 Oktober 2025) kami akan kirim sampel DNA ke Jakarta untuk pengujian laboratorium,” ujarnya.

Operasi DVI ini melibatkan Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Jatim, serta Persatuan Dokter Forensik Indonesia.

Proses identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny masih terus berlangsung, dengan harapan seluruh korban dapat segera dikenali dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. (*/red)

Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masuki Tahap Evakuasi Korban Meninggal

By On Jumat, Oktober 03, 2025

Alat berat mulai dikerahkan SAR gabungan untuk evakuasi reruntuhan bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Kamis, 02 Oktober 2025. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan, operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) terhadap korban insiden ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, kini memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia.

“Mulai Kamis (2/10) pagi, proses dilakukan dengan bantuan alat berat setelah hingga saat itu tidak lagi ditemukan tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut,” ujar Suharyanto kepada wartawan, Kamis, 02 Oktober 2025.

Menurutnya, pihaknya bersama Menko PMK, Pratikno, telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus dukungan. Pertemuan berlangsung di Posko Darurat BNPB yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pada Kamis pagi, 02 Oktober 2025.

Dia menjelaskan, hasil asesmen mendalam yang dilakukan hingga Rabu malam, 01 Oktober 2025, menunjukkan tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian.

“Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat,” tuturnya.

Ia mengatakan, penjelasan itu kemudian menjadi dasar bagi keluarga korban untuk menyepakati kelanjutan operasi SAR sesuai dengan protokol yang berlaku. Pihak keluarga pun menyatakan siap menerima apa pun hasil evakuasi dengan lapang dada.

“Keluarga korban sudah sepakat dan meminta kami melanjutkan operasi SAR menggunakan alat berat. Mereka sudah menandatangani berita acara,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimutakhirkan hingga Kamis, 02 Oktober 2025, pukul 16.30 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 108 orang dengan rincian 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang, 5 orang meninggal dunia, serta 58 orang masih dalam pencarian. (*/red)

Ini Kata Gubernur Khofifah soal Penyebab Ambruknya Bangunan Mushola Ponpes di Sidoarjo

By On Rabu, Oktober 01, 2025

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi mushola runtuh di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Selasa dini hari, 30 September 2025. 

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan soal penyebab ambruknya Mushola di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. 

Menurut Khofifah, ambruknya bangunan terjadi akibat struktur atap di lantai IV yang terbuat dari kayu yang tidak mampu menahan beban dari fondasi bangunan.

“Sejak pagi bagian tersebut masih dalam proses pengecoran,” ujar Khofifah kepada wartawan, Selasa, 30 September 2025.

Khofifah mengatakan, saat shalat Ashar berjamaah pada pukul 15.00 WIB, tiang fondasi tidak mampu menahan beban cor-coran, yang menyebabkan bangunan runtuh hingga ke lantai dasar.

“Bangunan runtuh hingga lantai dasar karena fondasi tidak kuat menahan beban cor-coran,” ujarnya.

Khofifah menekankan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terkait keamanan ruang bagi Santri dan peserta didik di Ponpes Al Khoziny.

“Saya rasa perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Khofifah.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta relawan yang dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI masih terus melakukan penyisiran di reruntuhan untuk memastikan penanganan korban.

“Kami juga mendatangkan tim dari perguruan tinggi ITS Surabaya untuk mengkaji postur dan struktur bangunan,” ujarnya. 

Berdasarkan data dari BPBD Jatim, hingga Selasa pukul 11.00 WIB, total korban yang teridentifikasi berjumlah 100 orang. 

Korban terdiri dari 26 pasien rawat inap, 70 orang yang telah dipulangkan, seorang pasien yang dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto, dan tiga korban meninggal dunia.

Tim SAR gabungan menggunakan alat pendeteksi getaran untuk mengevakuasi korban yang tertimbun di reruntuhan Mushola Ponpes Al Khoziny.

Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam proses evakuasi.

Pasalnya, kata dia, bangunan yang sudah runtuh tersebut masih berpotensi mengalami ambruk susulan.

“Kami cukup memperhatikan sekali karena getaran dari peralatan yang kita gunakan itu sangat rentan sekali untuk membuat bangunan itu roboh,” ujar Nanang kepada wartawan, Selasa, 30 September 2025.

Menurutnya, dua eskavator yang disiagakan sejak Senin malam belum digunakan.  Sebagai gantinya, tim SAR gabungan memasang peralatan pendeteksi getaran di luar reruntuhan untuk memberikan peringatan dini.

“Kami memasang peralatan untuk mendeteksi getaran di luar dan tim yang ada di luar memantau peralatan tersebut,” ujarnya.

Alarm pendeteksi getaran tersebut akan memberi peringatan jika ada getaran yang terjadi.

Jika alarm berbunyi, tim di dalam reruntuhan diharapkan segera keluar agar tidak terjebak dalam runtuhan.

“Jika ada getaran sedikit, maka alarm itu akan berbunyi, dan tersampaikan kepada tim di dalam untuk segera keluar,” jelas Nanang. (*/red)

Bupati Sidoarjo Sebut Bangunan Ponpes yang Ambruk Diduga Tak Kantongi IMB

By On Rabu, Oktober 01, 2025

Bupati Sidoarjo, Subandi

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), ambruk pada Senin sore, 29 September 2025.

Bupati Sidoarjo, Subandi menyebut, pihak Ponpes diduga tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Nanti akan kita sosialisasikan kembali. Kalau ada pembangunan yang tidak dilengkapi izin, akan kita berhentikan dahulu. Kita tidak ingin musibah ini terulang kembali,” ujar Subandi kepada wartawan, Selasa, 30 September 2025.

Soal IMB bangunan Ponpes yang ambruk, kata Subandi, pihak pengurus Ponpes ternyata tak memilikinya.

“Ini saya tanyakan izin-izinnya mana, tetapi ternyata nggak ada, ngecor lantai tiga, karena konstruksi tidak standar, jadi akhirnya roboh,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Pengasuh Ponpes Al Khoziny Buduran, KH Abdus Salam Mujib mengatakan, peristiwa Mushola ambruk itu terjadi saat proses pengecoran bagian paling atas bangunan.

Menurutnya, pengecoran bangunan tersebut telah berjalan selama sembilan bulan terakhir dan sudah rampung. Namun ternyata belum tuntas dan saat tahap akhir malah jebol dan ambruk.

“Ini pengecoran yang terakhir saja. Itu jebol. Ya hanya itu,” ujarnya.

“Iya itu enggak tahu. Mungkin sudah selesai. Tapi memang enggak tahu. Soalnya ngecor mulai dari pagi,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, sebuah bangunan penuh dengan ratusan santri di asrama putra Ponpes Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo, ambruk. Akibatnya banyak yang tertimbun reruntuhan.

Ketua RT setempat, Munir mengatakan, ambruknya bangunan terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB saat salat asar.

Ia menyebut, ambruknya bangunan tersebut disertai suara gemuruh dan getaran seperti gempa bumi.

“Habis salat asar itu ada suara gemuruh ada getaran seperti gempa ternyata mushola,” kata Munir kepada wartawan, Senin, 29 September 2025. (*/red)

Kunjungi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Menag Soroti Konstruksi yang Tak Sesuai Standar

By On Rabu, Oktober 01, 2025

Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Selasa, 30 September 2025. 

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengunjungi bangunan yang roboh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Selasa, 30 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut.

“Musibah ini betul-betul di luar dugaan kita semua. Saya pribadi dan atas nama Kementerian Agama menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, terutama kepada keluarga korban,” ujar Nasaruddin.

Menag mengatakan, para santri yang menjadi korban dalam keadaan sedang melaksanakan salat berjamaah, yang menurutnya adalah keadaan yang sangat mulia.

“Anak-anak ini masih kecil, mereka sedang salat. Insya Allah wafatnya dalam keadaan husnul khatimah, bahkan mati syahid. Malaikat kecil yang dijemput dalam keadaan suci, semoga dijemput dan dinanti di pintu surga,” ucapnya dengan suara bergetar.

Menag menegaskan, musibah ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur di lingkungan Pesantren.

“Ke depan, kami di Kementerian Agama (Kemenag) akan memberikan perhatian khusus terhadap aspek fisik dan teknis bangunan Ponpes, agar memenuhi standar konstruksi dan keselamatan,” tegasnya.

Ia menyebut, tidak sedikit Ponpes yang dibangun secara gotong royong oleh para santri dan masyarakat, sehingga acap kali luput dari pengawasan teknis yang memadai.

“Kita perlu introspeksi. Semua pembangunan, baik di lingkungan pesantren maupun non-pesantren, harus mengikuti aturan yang berlaku demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Menag juga mengapresiasi kerja keras tim SAR, TNI, Polri, serta para relawan yang terus berjibaku melakukan evakuasi.

“Tadi saya lihat sendiri bagaimana lubang kecil dibuat untuk menjangkau korban, itu luar biasa. Saya sangat terharu. Terima kasih kepada Basarnas dan semua pihak yang bergerak tanpa henti,” ucap Nasaruddin.

Selain meninjau lokasi, Menag Nasaruddin juga memberikan bantuan secara simbolis kepada pihak pondok serta menyemangati para santri yang masih bertahan di ponpes.

“Santri-santri kita tidak boleh kehilangan semangat. Mereka harus tetap belajar, tetap kuat, dan mendoakan saudara-saudaranya yang menjadi korban. Ini adalah ujian, dan kita harus bangkit bersama,” ujarnya.

Menag berharap musibah seperti ini tidak terulang lagi.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir. Tidak boleh ada lagi Ponpes roboh karena kelalaian atau ketidaksesuaian teknis. Kami di Kemenag akan memperkuat pengawasan ke depan,” pungkasnya. (*/red)

Viral Temuan Kain Kafan di Area Proyek Tangerang

By On Senin, September 29, 2025

Lokasi penemuan kain kafan dan kerangka manusia di area proyek perumahan Tangerang. 

TANGERANG, DudukPerkara.News – Viral di media sosial video yang memperlihatkan penemuan kain kafan dan kerangka manusia berserakan di area proyek, di Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dalam video itu terlihat kain kafan berwarna putih tersebar di beberapa titik. Disebutkan bahwa proyek tersebut rencananya hendak dibangun kawasan perumahan.

Kapolresta Tangerang, Kombes Indra Waspada Amirullah mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan.

“Berdasarkan keterangan saksi, di lokasi itu dulu ada pemakaman yang disebut Makam Jengkol,” ujar Kapolsek Pasar Kemis, AKP Syamsul Bahri kepada wartawan, Senin, 29 September 2025.

Pihaknya juga telah meminta keterangan dari ahli waris. Menurut keterangan ahli waris, sebanyak 25 hingga 30 makam di kawasan itu telah dipindahkan.

“Karena sudah dilakukan pemindahan makam, maka bersepakat lokasi untuk digarap,” ujarnya.

Terkait penemuan itu, kata dia, sebelumnya tidak ada yang memberi tahu maupun mengklaim bahwa di lokasi tersebut masih tersisa beberapa makam.

“Tadinya tidak ada yang tahu bahwa masih ada makam, itu ditemukan kain kafan dan tulang pada saat ada pengerjaan proyek di lokasi,” ujarnya.

Pihak proyek kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengurus kain kafan dan tulang itu. Selanjutnya, kain kafan dan tulang akan kembali dimakamkan dengan semestinya.

“Diimbau pelaksana proyek untuk berhati-hati dan segera melapor apabila kembali ditemukan hal serupa,” pungkasnya. (*/red)

Dir Gakkum Polri Usut Penyebab Laka Bus Maut Tewaskan Delapan Orang di Bromo

By On Rabu, September 17, 2025

Dir Gakkum Korlantas Polri datangi TKP kecelakaan Bus Pariwisata di Probolinggo

JAKARTA, DudukPerkara.News – Pihak Kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan bus di lereng Gunung Bromo yang menewaskan delapan orang guna melakukan pendalaman kronologi kecelakaan bus yang mengangkut sebagian besar karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember pada Minggu, 14 September 2025.

Direktur Gakkum Korlantas Polri, Brigjenpol Faizal mengatakan, pihaknya turut dalam olah TKP kedua di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Senin, 15 September 2025.

Korlantas Polri menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA) plus, alat radar tiga dimensi canggih untuk menganalisis sebelum, sesaat, sampai pasca-kecelakaan terjadi yang digambarkan dalam bentuk animasi 3D.

Ada juga menggunakan drone yang di mana dengan hasilnya nanti ini akan bisa membantu menguatkan bagaimana posisi awal, kemudian pada saat kejadian, dan pada saat setelah kejadian,” ujar Faizal kepada wartawan saat melakukan kunjungann ke RSBS.

Dia mengatakan, pihaknya turut berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk melengkapi kekurangan olah TKP pasca kejadian kemarin.

“Termasuk kecepatan kendaraan sehingga nanti ini akan membantu kita dalam menentukan siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian yang kemarin,” ujarnya. 

Ada empat saksi, kata dia, yang sudah dimintai keterangan termasuk Al Bahri, pengemudi bus pariwisata dengan pelat nomor polisi P7221UG.

Namun, sopir masih belum bisa dimintai banyak keterangan lantaran masih dirawat di rumah sakit. 

Keterangan juga akan digali dari sejumlah korban selamat yang menjadi saksi langsung kejadian di dalam bus Hino milik PO Inds'88.

“Tentunya keterangan dari korban inilah yang akan membuat kita lebih cepat merampungkan berita acara,” ujar Faizal.

Hari ini juga, pihaknya memintai keterangan ahli dari agen tunggal pemegang merk (ATPM), yakni Hino hingga Dinas Perhubungan.

Polisi juga bakal memanggil dan memeriksa perusahaan pemilik bus, PO Inds'88. Kecelakaan bus berawak 52 penumpang itu mengalami rem blong saat turun dari tanjakan curam dan menikung sehingga menabrak pemotor, lantas menghantam pagar pembatas jalan dan pagar rumah warga. (*/red)

Rumah Bos CV Sanpan Gemilang Digeruduk Warga Baluk Peusar, Diduga Gegara Setubuhi Keponakan Isterinya

By On Selasa, September 16, 2025

Rumah Bos CV Sanpan Gemilang berinisial SS yang digeruduk warga Kampung Baluk Peusar

SERANG, DudukPerkara.News –  Sejumlah warga Kampung Baluk Peusar, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, menggeruduk rumah Bos CV Sanpan Gemilang berinisial SS gegara diduga melakukan perselingkuhan dan menyetubuhi keponakan istrinya sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 15 September 2025. Warga mendatangi rumah SS untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Sementera peristiwa perselingkuhan tersebut diduga terjadi di sebuah hotel di Rangkasbitung.

Salah seorang warga setempat berinisial SM kepada media ini, Senin, 15  September 2025 mengatakan, perbuatan itu sudah dilakukan lebih dari tiga kali.

“Korban mengaku sudah disetubuhi SS lebih dari tiga kali,” ujarnya.

Menurutnya, korban adalah keponakan dari pelaku. Peristiwa ini telah membuat malu warga Peusar.

“Kami warga Kampung Baluk Peusar merasa sangat malu dengan perbuatan SS. Kami berharap dia tidak tinggal di kampung ini lagi karena sudah membuat malu seluruh kampung,” ujarnya.

Hal senada dikatakan warga lainnya berinisial SL. Menurutnya, kejadian tersebut terungkap setelah istri SS mendesak korban untuk mengaku.

“Korban awalnya tidak mau mengaku, tetapi setelah didesak oleh istri SS, dia akhirnya mengaku bahwa dia telah disetubuhi oleh SS di hotel lebih dari tiga kali selama empat bulan terakhir di Rangkasbitung,” ujarnya.

Warga Kampung Baluk Peusar pun memberikan ultimatum sampai dengan Senin malam, 15 September 2025, agar SS segera meninggalkan Kampung Baluk Peusar sebagai konsekuensi atas perbuatannya. (*/red)

Soal Korban Mutilasi di Mojokerto, Tetangga Bilang Sering Dengar Cekcok

By On Selasa, September 09, 2025

Anggota Resmob Polres Mojokerto melakukan olah TKP di kamar kos tertuga pelaku mutilasi di kawasan Lakarsantri, Surabaya, pada Minggu, 07 September 2025. 

MOJOKERTO, DudukPerkara.News – Warga Dusun Pacet Selatan, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), digegerkan dengan temuan jasad seorang wanita berinisial TAS (25) dalam kondisi termutilasi dengan 65 potong bagian tubuhnya yang ditemukan di semak-semak.

Tetangga kos korban, Indah mengaku kerap melihat korban dengan pacarnya berinisial A. Dia kerap mendengar suara cekcok antara korban dan pacarnya. Dia menyebut keduanya kerap bertengkar di kosan.

“Biasanya malam itu ketuk-ketuk pintu, terus lama baru masuk. Pas masuk itu biasanya bertengkar. Saya sering mendengar suara mereka bertengkar,” ujarnya.

Indah menyebut, A sudah diamankan pihak Kepolisian. Saat penangkapan dilakukan, Indah mendengar suara pintu kosan didobrak.

Sementara, Ketua RT setempat, Heru mengatakan, Polisi yang menggunakan empat mobil datang ke rumahnya. Saat ditangkap, A tengah santai di kamar kosannya tersebut.

“Waktu ditangkap sedang nyantai-nyantai. Saya menyaksikan dari jauh, posisi orangnya lagi nyantai-nyantai,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, potongan tubuh korban pertama kali ditemukan pada Sabtu, 06 September 2025, sekitar pukul 10.30 WIB, saat warga tengah mencari rumput.

Hasil penyisiran Polisi di semak-semak Dusun Pacet Selatan, ditemukan 65 potongan jasad manusia.

Polisi merinci, 63 potongan berupa jaringan otot, lemak, kulit kepala, serta rambut. Ukuran rata-rata potongan tubuh manusia ini 17x17 cm. Sedangkan, dua potongan lainnya berupa telapak kaki kiri dan pergelangan tangan kanan. (*/red)

Aksi Solidaritas, Pelajar di Serang Minta Oknum Aparat Terduga Pemukul Agra Ditangkap

By On Selasa, Agustus 26, 2025

Ribuan pelajar di kota serang menggelar aksi solidaritas dengan menuntut pelaku pemukulan terhadap pelajar SMKN 2 Kota Serang


Serang, DudukPerkara.Com – Ribuan pelajar di kota serang menggelar aksi solidaritas dengan menuntut pelaku pemukulan terhadap pelajar SMKN 2 Kota Serang, Violent Agara Casttilo 16, ditangkap dan buka ke publik.


Diduga Akibat pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Polda Banten, Agara, atau yang akrab disapa Agra, itu mengalami luka di kepala hingga kondisinya kritis.


Aksi digelar di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Banten, Selasa,(26/8/2025). 


Mereka membentangkan spanduk bertuliskan


#KAMIDIBELAKANGAGRA #JUATICEFORAGRA sambil menyanyikan lagu-lagu penyemangat untuk rekannya yang tengah terbaring tak sadarkan diri di RSUD Banten.


Masa aksi meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum anggota Polri yang telah melakukan pemukulan terhadap Agra sahabat kami.


"Hukum pelaku, jangan disembunyikan," teriakan  peserta  aksi.*****

Polda Banten Didemo Gegara Oknum Brimob Terlibat Pengeroyokan Wartawan

By On Minggu, Agustus 24, 2025

Sejumlah wartawan di Banten menggelar aksi imbas pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas KLH di depan Mapolda Banten

SERANG, DudukPerkara.News – Puluhan wartawan dari berbagai media di Provinsi Banten menggelar demonstrasi imbas pengeroyokan terhadap wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup di Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.

Mereka menuntut Polda Banten mengusut tuntas kasus yang melibatkan oknum anggota Brimob tersebut.

Aksi demo yang digelar di depan Markas Polda Banten di Jl Syekh Nawawi, Kota Serang.

Puluhan wartawan itu membawa poster tuntutan dan kecaman terhadap peristiwa rekan mereka saat meliput penyegelan pabrik pengolahan timbal PT Genesis Regeneration Smelting.

“Tangkap dan adili pelaku kekerasan kasus kemarin, baik yang menganiaya wartawan, yang menganiaya Humas Kementerian, ataupun menganiaya teman-teman kita yang sedang melakukan tugas-tugas jurnalistik,” ujar Ketua Pokja Wartawan Provinsi Banten, Saprol, dalam orasinya, Jumat, 22 Agsutus 2025.

Diketahui, Polisi sudah mengamankan empat terduga pelaku, yakni dua sekuriti perusahaan dan dua anggota Brimob Polda Banten.

Dua sekuriti ditahan di Polres Serang dan dua anggota Brimob ditahan di ruang tahanan Propam Polda Banten.

Sementara itu, korban pengeroyokan, Rifqi menceritakan peristiwa yang dialami saat proses peliputan tersebut.

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sangat cepat saat para wartawan selesai meliput dan hendak pulang.

“Setelah doorstop, kami keluar. Memang dikawal oleh satpam perusahaan, tapi lagi-lagi kami punya firasat yang tidak baik. Akhirnya petugas keamanan mengarahkan kita dari media disuruh kumpul ke area parkir--lokasi kita dikeroyok. Di situ dari sebelah kanan sudah ada orang, dari depan PT Genesis sudah banyak orang. Jadi kita dikerumuni di tengah-tengah halaman parkir itu,” ujarnya.

Saat di parkiran, Staf Humas KLH dikeroyok dan Rifqi dikejar oleh orang tak dikenal hingga dipukuli. Beberapa wartawan juga sempat dikejar tapi berhasil menyelamatkan diri dari kejaran tersebut.

“Di situlah terjadinya pengeroyokan. Ini peristiwa terjadi begitu cepat. Humas dan kita sudah naik kendaraan masing-masing tinggal ngegas motor, tapi kejadiannya begitu cepat. Humas KLH dipiting oleh petugas perusahaan,” ujarnya. (*/red)

Duduk Perkara Opang Paksa Ibu Bawa Anak Turun dari Taksi Online saat Hujan di Stasiun Tigaraksa

By On Senin, Juli 28, 2025

Kapolresta Tangerang, Kombes Indra Waspada saat menemui Opang di Stasiun Tigaraksa usai video viral ibu bawa bayi dipaksa turun dari taksi online meski sedang hujan. 

TANGERANG, DudukPerkara.News – Viral di media sosial video yang memperlihatkan sejumlah pengemudi Ojek Pangkalan (Opang) menghadang taksi online di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam video itu, tampak sejumlah ojek pangkalan memaksa menurunkan penumpang ibu yang sedang menggendong bayinya di tengah jalan saat hujan.

Bahkan, mereka sempat mengancam akan merusak kendaraan taksi online tersebut memakai batu. Pengemudi taksi online itu akhirnya terpaksa menurunkan penumpangnya.

Sementara, para Opang berdalih, aksi yang dilakukannya itu merupakan tindakan tegas terhadap taksi online yang melanggar wilayah zona penjemputan penumpang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah pun mendatangi Stasiun Tigaraksa usai ulah meresahkan oknum opang viral di media sosial.

Kombes Indra didampingi Kasat Reskrim Kompol Arief Nazaruddin Yusuf dan Kapolsek Cisoka Iptu Anggio Pratama.

“Dari hasil penyelidikan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 25 Juli 2025, sekitar jam 2 siang,” kata Indra Waspada kepada wartawan, Minggu, 27 Juli 2025.

Indra menyebut pihaknya terlebih dahulu mendengar keterangan dan keluhan yang disampaikan pengemudi opang.

Selanjutnya, dia memberikan edukasi dan imbauan agar segala sesuatu tidak didasarkan pada emosi.

“Kata kuncinya, sama-sama cari makan. Opang dan Ojol sama-sama cari makan. Harus dengan tenang, jangan emosi, yang korban malah penumpang,” ujar Indra.

Indra juga mendengar keterangan dari pengemudi Ojek Online (Ojol). Setelahnya, hal yang sama, yakni memberikan edukasi dan imbauan juga dilakukan kepada pengemudi Ojol.

“Kami akan memfasilitasi keduanya untuk duduk bersama, agar ada solusi,” ujarnya.

Kombes Indra menegaskan, segala tindakan yang meresahkan akan ditindaklanjuti. Oleh karena itu, kata dia, agar pengemudi Opang tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri.

“Kami yakin penumpang tidak tahu apa-apa. Terus ada kejadian, kalau penumpang tidak terima dan membuat laporan, kan bisa diproses,” ujarnya.

Tiga Opang Diamankan Polisi

Polresta Tangerang mengamankan tiga orang Opang yang menurunkan paksa penumpang Taksi Anline di Stasiun Tigaraksa. Mereka di antaranya berinisial A, N dan J, yang diduga sebagai pelaku penghadangan taksi online.

“Ya, kami saat ini sudah mengamankan tiga orang terduga pelaku aksi penghadangan taksi online yang telah viral beberapa waktu lalu,” ujar Kapolsek Cisoka, Iptu Anggio Pratama kepada wartawan, Minggu, 27 Juli 2025.

Menurut Anggio, upaya mengamankan ketiga Opang itu sebagai langkah penyelidikan dan penyidikan atas insiden yang terjadi kepada pengemudi Taksi Online dan penumpangnya yang merupakan pasangan suami-istri dan bayinya.

“Terduga pelaku yang terlibat dalam video viral, sudah diamankan sebagai proses penyelidikan,” ujarnya.

Dia menyebut, langkah pengamanan ini dilakukan tim penyidik sebagai upaya pencarian fakta terjadinya pelanggaran tidak pidana dalam insiden perselisihan antara Opang dan Taksi Online di Stasiun Tigaraksa.

“Untuk saksi kita nanti akan juga dilakukan upayakan pemeriksaan,” ujarnya.

Kronologi Peristiwa

Kombes Indra Waspada mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 25 Juli 2025, sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut Indra, awalnya ada suami istri yang turun di Stasiun Tigaraksa, lalu memesan Taksi Online dengan titik penjemputan di depan stasiun.

Kemudian oleh beberapa Opang, sopir Taksi Online yang sudah membawa penumpang itu ditegur agar tidak mengambil penumpang di depan Stasiun Tigaraksa.

Indra menyebut, penumpang perempuan yang mendengar opang menegur sopir Taksi Online akhirnya ikut berbicara hingga terjadi cekcok. Sehingga, situasi menjadi lebih ramai.

Menurut Indra, oknum Opang meminta penumpang suami istri dan bayinya itu untuk turun dari Taksi Online dan diminta agar naik Ojek Pangkalan.

Namun penumpang itu memilih berjalan kaki. Sedangkan Taksi Online meninggalkan Stasiun Tigaraksa.

“Untuk identitas penumpang Taksi Online sedang kami dalami,” kata Kombes Indra kepada wartawan, Minggu, 27 Juli 2025.

Dimediasi

Kombes Indra Waspada mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pendalaman dan penelitian lebih lanjut guna mengungkap fakta dari perselisihan antara Opang dan Taksi Online.

“Saat ini, kami sedang dalam proses penyelidikan. Insya Allah nanti yang terbaik kita upayakan agar intinya jangan sampai terjadi kembali. Saya mohon bersabar, menarik diri, jangan termakan hasutan apapun, sekecil apapun, serahkan kepada pihak kami, untuk menanganinya,” ujar Indra.

Dia menjelaskan, guna menjaga kondusifitas lingkungan, pihaknya telah menggelar klarifikasi dan mediasi kedua belah pihak terkait insiden yang terjadi.

Berdasarkan upaya itu, kata dia, pihaknya menemukan titik terang bahwa permasalahan itu dipicu atas perselisihan dan miskomunikasi terkait zona penarikan penumpang.

“Ada selisih kepahaman antara teman-teman dari ojek pangkalan dengan pihak dari driver online, dan saat ini kita mediasi teman-teman yang terlibat,” ujarnya. (*/red)

Basarnas Tak Terima Panggilan Darurat KMP Tunu Pratama Jaya, Dapat Info Sudah Tenggelam

By On Rabu, Juli 09, 2025

Rapat Komisi V DPR bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tak mendapatkan informasi kedaruratan saat Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya akan tenggelam.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI, M. Syafi'i dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin, 07 Juli 2025.

Menurut Syafi'i, pihaknya baru menerima informasi usai kapal tersebut telah hilang.

Informasi kedaruratan yang tidak didapatkan sejak awal itu, kata dia, membuat Basarnas kesulitan mencari titik kapal.

“Kami izin sampaikan secara umum bahwa pada saat kejadian, memang yang kami harapkan bahwa Basarnas itu mendapatkan informasi pada saat awal kedaruratan terjadi,” ujar Syafi'i.

“Namun yang terjadi kami juga tidak tau persis kejadiannya, bahwa informasi itu kami dapat pada saat kapal sudah hilang dari permukaan itu, sehingga perjalanan kami ke sana tidak langsung menemukan kapal,” imbuhnya.

Dia menjelaskan kronologi pencarian kapal tersebut. Pihaknya telah bergerak ke lokasi usai mendapatkan informasi dalam kurun 10 menit.

“Pelaksanaan operasi pada hari pertama kami sampaikan, awalnya pada saat kita mendapatkan informasi, kemudian aktif sudah bergerak bahwa informasi pada saat itu harus di informasikan dari selatan ke utara,” ujarnya.

“Sehingga pada saat itu, seluruh unsur yang kita broadcast pada saat itu langsung membuat jaringan di sebelah utara dari lokasi tenggelamnya kapal, sehingga pada saat itu, pada malam itu kita tidak menemukan apa-apa,” tuturnya.

Syafi'i mengatakan, pihaknya baru menemukan korban pertama sekitar pukul 03.00 pagi. Korban ditemukan kurang lebih 10 mil dari lokasi kejadian.

Syafi'i juga mengatakan, titik hilangnya kapal mulanya hanya 1,2 mil. Namun, kemudian mengalami pergerakan hingga 18 kilometer dari awal mula kapal tenggelam pukul 23.00 sampai 03.00 waktu setempat.

“Pada pencarian hari pertama, yaitu pada pagi hari ini, kita dibantu oleh seluruh potensi SAR yang ada, mulai dari nelayan penduduk dan seluruh kapal yang ada di situ, begitu mendengar informasi ada di bagian selatan, semua kekuatan baru kita kerahkan arah selatan,” jelasnya.

Pada hari pertama pencarian, kata Syafi'i, pihaknya membagi empat sektor lokasi, di antaranya lokasi hilangnya kapal, kemudian lokasi kedua, ketiga dan keempat mengarah ke selatan.

“Lokasi sektor ini kami bagi atas dasar jumlah kekuatan yang semakin bertambah, sampai akhirnya pada hari ini sebenarnya sektor pencarian kami gunakan sampai di delapan sektor unsur darat laut udara,” tuturnya.

“Kami sampaikan total kekuatan yang melaksanakan operasi pada hari ini jumlah personil sebanyak 600 lebih personil, yang terdiri ABK atau alutsista dari kapal ada 18 kapal yang tergabung. Kemudian dari unsur heli juga dari unsur Basarnas, dibantu heli dari Kepolisian dan TNI AL,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mempertanyakan kedalaman laut. Syafi'i mengatakan, kedalaman laut sekitar 50-70 meter.

“Kedalaman laut berapa?” tanya Lasarus.

“Kalau di lokasi itu berkisar 50-70, namun tidak jauh di situ ada palung,” jawab Syafi'i.

Lasarus lalu bertanya mengenai posisi kapal. Syafi'i pun mengatakan, jika prioritasnya saat hari pertama pencarian ialah korban-korban yang memungkinkan selamat.

Selanjutnya, kata dia, pada hari kedua, pihaknya baru memfokuskan pencarian lokasi jatuhnya kapal.

Sebab, kata Syafi'I, pihaknya berasumsi terdapat korban yang beristirahat di dalam kendaraannya saat kapal berlayar.

“Kami berasumsi kapal beroperasi malam hari, kemudian membawa 22 kendaraan yang kami yakini yang memungkinkan ada korban-korban yang saat itu sedang istirahat, walaupun sesuai ketentuan itu tidak diizinkan penumpang ada di dalam mobil,” ujarnya.

“Sehingga kami untuk hari kedua mengerahkan unsur kapal yang memiliki sonar untuk men-detect di mana posisi kapal,” sambungnya.

Syafi'i pun mengeluhkan jika pihaknya belum memiliki alat sonar yang memadai. Pihaknya memerlukan kekuatan di Hidros TNI AL serta kapal yang memiliki kemampuan mendeteksi persis KMP Tunu Jaya.

“Izin kalau untuk kapal yang miliki sonar dari Basarnas belum memiliki. Namun kita memiliki 3 ROV, yang sudah kita miliki, hanya saja bekerjanya ROV ini kalau benar benar objek harus ditemukan,” pungkasnya. (*/red)

Kunjungi Posko Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya, Wapres Gibran Minta Pencarian Korban Diprioritaskan

By On Senin, Juli 07, 2025


BANYUWANGI, DudukPerkara.News – Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka memastikan proses pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya berjalan maksimal.

Hal itu disampaikan Wapres Gibran saat menyambangi Posko Search dan Rescue (SAR) Gabungan Penanganan Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya di ASDP Indonesia Ferry, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jaitim), Minggu, 06 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban serta para petugas di lapangan.

Dia mendengarkan paparan perkembangan terbaru dari Basarnas dan tim SAR Gabungan.

Kemudian Gibran menyaksikan penyerahan santunan dari Jasa Marga dan Jasaraharja Putera, serta berdialog dengan keluarga korban yang masih menanti kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Gibran juga menginstruksikan Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait lainnya untuk mengutamakan pencarian dan penyelamatan korban sebagai prioritas utama.

“Proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi dengan baik, agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan sebaik mungkin,” kata Gibran.

Dia juga meminta agar keluarga korban diberikan informasi yang akurat dan terkini secara berkala, serta difasilitasi segala kebutuhan dasar mereka selama menunggu kepastian informasi di posko.

Pemerintah, kata Gibran, akan memberikan pendampingan dan bantuan penanganan bagi keluarga terdampak, sekaligus memastikan proses investigasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno menambahkan, Wapres Gibran juga memberikan arahan khusus agar penyampaian informasi dan pemberitaan dilakukan satu pintu.

“Kami sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) sudah mendapat arahan dan kita atur setiap sore hari, hasil pelaksana operasi kita evaluasi dan kita lakukan press release. Sehingga pemberitaan ini akurat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Eko, Wapres Gibran juga berpesan agar seluruh tim SAR yang terlibat di lapangan selalu mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.

“Kemudian juga untuk tim SAR yang melaksanakan operasi di laut dan di bawah permukaan agar menekankan safety is paramount, di mana safety terhadap personil dan peralatan yang ada, sehingga pelaksanaan bisa optimal dan maksimal,” pungkasnya.

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam, 02 Juli 2025, sekitar pukul 23.35 WIB, setelah mengalami kebocoran di ruang mesin.

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk tersebut mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan.

Hingga saat ini, 30 orang dilaporkan selamat, enam orang ditemukan meninggal dunia, dan 29 penumpang lainnya masih dalam pencarian. (*/red)

Banjir dan Longsor di Bogor, 449 Warga Terdampak

By On Senin, Juli 07, 2025


JAKARTA, DudukPerkara.News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 49 bencana terjadi di 48 titik di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Bencana tersebut mengakibatkan 24 bangunan rumah rusak dan 449 orang terdampak.

Kepala Tim Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi mengatakan, puluhan bencana tersebar di 18 Kecamatan dari total 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, bencana yang terjadi itu terdiri dari longsor, banjir, angin kencang, orang hilang, hingga rumah ambruk.

“Rincian kejadian bencana di antaranya longsor 32 kejadian, banjir sembilan kejadian, pergerakan tanah dua kejadian, angin kencang tiga kejadian dan pencarian orang satu kejadian, rumah ambruk dua kejadian,” ujar Andi kepada wartawan, Minggu, 06 Juli 2025.

Andi mengatakan, bencana juga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang luka ringan akibat tertimbun longsor. Sebanyak 449 orang terdampak dan 16 orang mengungsi akibat kejadian bencana tersebut.

“Jumlah Kepala Keluarga (KK) terdampak 108 KK, 449 jiwa. Jumlah KK mengungsi lima jiwa. Rumah rusak ringan tujuh unit, rumah rusak sedang 13 unit, rumah rusak berat empat unit. Untuk fasilitas umum berupa jembatan penghubung RW rusak satu unit,” ujar Andi.

Diketahui sebelumnya, BPBD mencatat, total sebanyak tiga orang tewas akibat longsor di Puncak, Bogor, Jabar. Sementara satu orang lainnya dinyatakan hilang, diduga hanyut ke Sungai Ciesek usai terbawa longsor saat memancing.

“Untuk korban meninggal dunia tiga jiwa, (rinciannya) satu jiwa di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, dan dua jiwa di Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua. Sedangkan korban masih dalam pencarian sebanyak satu jiwa, di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung,” kata Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor, Dejan Habiburrahman, Minggu, 06 Juli 2025.

Saat ini, korban hilang imbas longsor masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Korban dilaporkan hilang pada pukul 18.30 ketika sedang memancing di kolam pemancingan yang berada dekat Sungai Ciesek.

“Korban sedang memancing di pemancingan Gang Dolar, tiba-tiba tebingan kolam ikan belakang longsor. Korban sudah diperingatkan pengelola pemancingan supaya pindah dan korban tidak menghiraukan, sampai akhirnya terbawa longsor,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *