Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Bupati Sidoarjo Sebut Bangunan Ponpes yang Ambruk Diduga Tak Kantongi IMB

By On Rabu, Oktober 01, 2025

Bupati Sidoarjo, Subandi

SIDOARJO, DudukPerkara.News – Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), ambruk pada Senin sore, 29 September 2025.

Bupati Sidoarjo, Subandi menyebut, pihak Ponpes diduga tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Nanti akan kita sosialisasikan kembali. Kalau ada pembangunan yang tidak dilengkapi izin, akan kita berhentikan dahulu. Kita tidak ingin musibah ini terulang kembali,” ujar Subandi kepada wartawan, Selasa, 30 September 2025.

Soal IMB bangunan Ponpes yang ambruk, kata Subandi, pihak pengurus Ponpes ternyata tak memilikinya.

“Ini saya tanyakan izin-izinnya mana, tetapi ternyata nggak ada, ngecor lantai tiga, karena konstruksi tidak standar, jadi akhirnya roboh,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Pengasuh Ponpes Al Khoziny Buduran, KH Abdus Salam Mujib mengatakan, peristiwa Mushola ambruk itu terjadi saat proses pengecoran bagian paling atas bangunan.

Menurutnya, pengecoran bangunan tersebut telah berjalan selama sembilan bulan terakhir dan sudah rampung. Namun ternyata belum tuntas dan saat tahap akhir malah jebol dan ambruk.

“Ini pengecoran yang terakhir saja. Itu jebol. Ya hanya itu,” ujarnya.

“Iya itu enggak tahu. Mungkin sudah selesai. Tapi memang enggak tahu. Soalnya ngecor mulai dari pagi,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, sebuah bangunan penuh dengan ratusan santri di asrama putra Ponpes Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo, ambruk. Akibatnya banyak yang tertimbun reruntuhan.

Ketua RT setempat, Munir mengatakan, ambruknya bangunan terjadi pada sekitar pukul 15.00 WIB saat salat asar.

Ia menyebut, ambruknya bangunan tersebut disertai suara gemuruh dan getaran seperti gempa bumi.

“Habis salat asar itu ada suara gemuruh ada getaran seperti gempa ternyata mushola,” kata Munir kepada wartawan, Senin, 29 September 2025. (*/red)

Fatayat NU Krian Sidoarjo Keluhkan Adanya Tempat Lokalisasi, Perjudian Cap Djiki dan Dadu: Desak Polres Bersama Dinas Sosial Bertindak

By On Kamis, September 11, 2025


SIDOARJO, DudukPerkara.News – Aktivitas perjudian semakin marak dan merajalela di wilayah Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). 

Diketahui, lokasi perjudian tersebut berada di Dusun Krengseng, Desa Kemasan, Kecamatan Krian, tepatnya di belakang Rumah Sakit Sidoarjo Barat.

Pantauan awak media, di belakang akses jalan buntu menuju rel kereta tembok samping stasiun Krian juga ada tempat lokalisasi, tempat itu juga dibuat ajang perjudian cap jiki maupun dadu.

Menurut keterangan warga setempat, kegiatan itu sudah lama. Sementara, lokalisasinya, wanita penjual diri banyak pindahan dari Stasiun Wonokromo Surabaya.

“Kami warga setempat mengharapkan dari Dinas Sosial (Dinsos) untuk bertindak menertibkan tempat lokalisasi dan menampung maupun membina mereka. Karena kami warga sangat keberatan,” ucap seorang ibu tua pakai kerudung yang juga anggota Fatayat NU Sidoarjo itu kepada awak media, Selasa, 10 September 2025.

Dia mengatakan, warga setempat berharap pihak Satpol PP, Koramil, maupun Polsek segera mengambil tindakan tegas.

“Ya, karena tempat itu tidak sewajarnya dibuat seperti itu. Informasinya pengelola dari oknum TNI AD,” ucapnya. 

Menurutnya, tidak hanya oknum mengelola, justru Karang Taruna bercampur orang luar pun ikut mengelola lokasi itu.

“Saya bersama Ibu-ibunya Fatayat NU tidak setuju adanya tempat itu. Takutnya, suami kita-kita juga akan terpengaruh ke sana,” tuturnya.

“Mas, tolong sampaikan kepada Bapak Bupati Sidoarjo, H. Subandi dan Wakil Bupati Ibu Mimik Idayana, untuk cepat merespon keluhan kami. Takut kami terkontaminasi dengan penyakit HIV, karena penyakit itu sangat berbahaya,” pungkasnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *