KOTA BANDUNG, DudukPerkara.News - Berdasarkan temuan tim investigasi di lapangan, adanya sebuah tempat cucian motor (STEAM) yang diduga tempat jual beli barang obat- obatan terlarang golongan (G) jenis Hexymer dan Tramadol kini jadi sorotan tajam publik, Senin, 13 April 2026.
Hal ini diibenarkan oleh warga yang namanya minta dirahasiakan mengatakan bahwa lokasi tersebut sering bahyak anak muda keluar masuk pintu samping untuk membeli obat daftar G jenis Tramadol dan Hexhymer.
"Saya tau karna adik saya tadi beli obat tramadol satu lempeng isi 10 butir," ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya tempat eksekusi, peredaran obat-obatan terlarang yang setiap harinya terlihat jelas banyak keluar masuk selalu ramai anak-anak dan para remaja usia di bawah umur. Dikhawatirkan obat yang telah dikonsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan.
"Saya selaku warga meminta perhatian serius dari Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polsek Bandung Kulon dan masyarakat agar ikut dalam upaya pemberantasan penjual obat ilegal tersebut," tutupnya, Senin, 13 April 2026.
Terpisah, Junedi selaku Aktivis mengatakan, peredaran obat tanpa resep dokter (Hexymer dan Tramadol) dengan berkedok Steam Motor semakin menjadi dan beredar luas dipelosok negeri indonesia seolah olah kebal hukum dan susah disentuh oleh hukum.
"Peredaran obat tanpa resep dokter yang sering diperjualkan di toko-toko kosmetik beralih menjadi warung jajanan serta sistemnya COD sangat meresahkan masyarakat. Ini dapat merusak generasi dan menimbulkan tidak kejahatan atau kriminal dilingkungan sekitar," tuturnya.
Sesuai aturan UU No 36 Tahu 2009 Tantang Kesehatan Pasal 196 menyatakan bahwa: “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana paling lama 10 tahun, denda paling banyak Rp 1 miliar.
Dan Pasal 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).
Serta Pasal 60 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Ayat (1) Huruf c Berbunyi : Memproduksi Atau Mengedarjan priskotropika yang berupa obat yang tidak tetdaftar pada departemen yang bertanggung jawab dibidang kesehatan sebagai dimaksut dalam pasal 9 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta. (*/red)
« Prev Post
Next Post »

