Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Densus 88 Tangkap Dua Teroris di Aceh, Berprofesi ASN

By On Rabu, Agustus 06, 2025

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh karena diduga terlibat jaringan terorisme, Selasa, 05 Agustus 2025. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh dikabarkan ditangkap Densus 88 Antiteror karena diduga terlibat jaringan terorisme. Keduanya bekerja di instansi berbeda.

“Informasi sementara memang benar, ada dua ASN di Aceh yang ditangkap oleh Densus 88 terkait terorisme. Polda Aceh hanya melakukan pengamanan saat penggeledahan,” ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto kepada wartawan, Selasa, 05 Agustus 2025.

Menurutnya, penangkapan keduanya dilakukan di lokasi terpisah. Kedua orang yang diciduk adalah MZ alias KS (40) dan ZA alias SA (47).

Diketahui, MZ merupakan ASN di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh. Ia ditangkap saat berada di salah satu warung kopi di Banda Aceh.

Sementara itu, ZA, yang bertugas di Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, ditangkap di sebuah showroom mobil di kawasan Batoh, Kota Banda Aceh. Keduanya ditangkap hari ini, Selasa, 05 Agustus 2025

Namun Joko belum memberikan informasi lebih lanjut terkait keterlibatan mereka dalam jaringan terorisme. Pihaknya masih melakukan pengecekan. (*/red)

Dua Panser Anoa Diparkir di Kejagung, Ini Penjelasan Kapuspenkum

By On Rabu, Agustus 06, 2025

Dua unit kendaraan taktis jenis Anoa terparkir di halaman Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 05 Agustus 2025. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Dua kendaraan lapis baja atau panser TNI jenis Anoa buatan PT Pindad tampak bersiaga di sekitar gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta Selatan, Selasa, 05 Agustus 2025.

Kedua panser itu terlihat terparkir berhadap-hadapan. Beberapa personel TNI AD juga terlihat bersiaga, sebagian di antaranya tampak menenteng senjata laras panjang.

Keberadaan kendaraan lapis baja itu baru pertama kali terlihat di Kejagung.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna mengatakan, keberadaan Panser itu terkait dengan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

“Ini pengamanan Sekretariat Tim PKH. Di mana di dalamnya ada unsur TNI, kebetulan kantornya (Satgas PKH) ada di Kejagung,” ujar Anang kepada wartawan.

Anang membantah pengerahan Panser ini berkaitan dengan sejumlah isu yang saat ini dikaitkan dengan Kejagung. Anang menyebut ini hanya pengamanan rutin.

“Nggak ada, memang pengamanan rutin saja,” pungkasnya. (*/red)

Kunjungi Bupati Ratu Zakiyah, Anggota DPR RI Annisa Mahesa Serap Aspirasi Soal Keuangan

By On Rabu, Agustus 06, 2025


SERANG, DudukPerkara.News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Annisa Maharani Alzahra Mahesa melakukan kunjungan silaturahmi ke Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah di Pendopo Bupati, Rabu, 06 Agustus 2025.

Dalam kunjungannya, Anggota Fraksi Partai Gerindra itu juga menyerap aspirasi soal keuangan.

Diketahui, Annisa Mahesa merupakan Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Moneter dan Sektor Jasa Keuangan.

Saat tiba di Pendopo Bupati, Annisa Mahesa disambut langsung Bupati Serang, Ratu Zakiyah beserta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah  (Sekda) Ida Nuraida, Inspektur Rudy Suhartanto, dan para Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Serang.

“Kunjungan hari ini adalah silahturahmi di periode pertama saya menjabat DPR RI. Ini silahturahmi dengan Ibu Bupati yang dua bulan lalu dilantik. Karena Dapil saya Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon,” ujarnya kepada wartawan.

Namun yang pasti, kata Annisa, keinginan kuat bersilaturahmi bersama Bupati Serang Ratu Zakiyah serta OPD di lingkungan Pemkab Serang sekaligus berdiskusi sesuai dengan yang dibidanginya sebagai Anggota Komisi XI, yakni Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Moneter dan Sektor Jasa Keuangan.

Ia mencontohkan, aspirasi mengenai Transfer Keuangan Daerah (TKD) dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Bagi Hasil (DBH). 

“Disini kan kalau permasalahan eksekutif itu masalah teknis. Dimana kami anggota legislatif harus mempelajari dulu. Jadi ketika ada aspirasi ini, tadi pun mengenai masalah DAK, DAU dan DBH, para Kepala OPD yang ada di Kabupaten Serang ini sudah menjelaskan dengan sangat baik,” ujarnya.

Selain menyerap aspirasi secara lisan, Annisa Mahesa juga meminta aspirasi secara tertulis dalam bentuk surat tembusan sehingga membawa sebagai aspirasinya oleh DPR.

Misal, disampaikan kepada Badan Perencanaan Nasioan (Bappenas) dalam Forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau rapat kerja sehingga bisa memiliki data yang valid. 

“Atau misalnya bertanya kepada Kementerian Keuangan kita memiliki data yang valid dari Pemerintah Daerah Kabupaten Serang ini. Jadi intinya tadi aspirasinya lebih banyak di bidang ekonomi, keuangan, dan perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Zakiyah mengapresiasi kepada Anggota DPR RI Annisa Mahesa yang sudah melakukan kunjungan kerja sekaligus saling bersilaturahmi dan bisa berdiskusi ecara intens.

“Terima kasih, tentunya tadi juga kita sudah saling bertukar informasi, karena Bu Annisa Anggota DPR RI membidangi mitranya Bappenas dan Kemenkeu,” ujarnya. 

Atas dasar diskusi yang begitu akrab, kata Ratu Zakiyah, penyampaian aspirasi terkait DBH dan yang lainnya diharapkan bisa selesai yang ditindaklanjuti dengan melalui aspirasi berupa tertulis atau surat kepada Anggota DPR Annisa Mahesa.

“Tujuannya untuk disampaikan kepada Kementerian mengenai DBH, DAK, dan DAU yang menurut kami harus di dapatkan. Kalau dana bagi hasil itu mendapatkan sesuai dengan semestinya, Insya Allah itu menjadi pendapatan yang luar biasa bagi Pemkab Serang melalui peningkatan PAD,” ujarnya.

Dia menyebut, berkaitan dengan DBH sangat mendesak karena di wilayah Kabupaten Serang tersebar adanya ratusan perusahaan industri dan dari jumlah tersebut dana bagi hasil tidak masuk ke Pemkab  Serang, namun langsung ke Pemerintah Pusat.

"Maka jika itu didapatkan oleh kita, Insya Allah itu bisa mendapatkan pendapatan yang luar biasa bagi Kabupaten Serang untuk Pendapatan Asli Daerah. Jadi mohon doanya saya juga mohon dukungan dari Ibu Annisa, kita sama-sama perempuan, biasanya saling mendukung,” ucapnya.

“Saya juga mohon doa dari semuanya, semoga pertemuan ini, kita mendapatkan banyak manfaat. Mendapatkan banyak hasil dan berkah, sehingga ke depannya Kabupaten Serang bisa jadi lebih baik lagi, terutama dalam mendapatkan PAD,” tambahnya. (*/red)

Gubernur Andra Soni: Masyarakat Adat Jaga Ketahanan Pangan Provinsi Banten

By On Rabu, Agustus 06, 2025


SERANG, DudukPerkara.News – Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, masyarakat adat melalui kearifan lokalnya, memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan Provinsi Banten. Pemerintah tinggal memperkuat.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Pemangku Adat Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Abah Yoyo Yohenda di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. Brigjen KH Syam’un No.5, Kota Serang, Selasa, 05 Agustus 2025.

“Kami yakin Desa Adat punya kemampuan dan kearifan lokal dalam mendukung ketahanan pangan. Tinggal dukungan pemerintah yang harus diperkuat, khususnya terkait irigasi. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota agar hal ini bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Andra Soni.

“Fokus pemerintah kini adalah penyediaan infrastruktur irigasi. Mengingat selama ini masyarakat adat masih mengandalkan irigasi swadaya meskipun sumber air di wilayah tersebut cukup besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Abah Yoyo Yohenda menyampaikan doa sekaligus harapan agar pemerintah mendukung penuh peningkatan produktivitas pertanian di Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus mendoakan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ucapnya.

“Kami juga memohon dukungan agar aktivitas pertanian Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu terus meningkat. Kami sangat membutuhkan pembangunan dua irigasi, yaitu Irigasi Lebak Randu di Desa Situmulya, dan Irigasi Pamatang Kolecer di Desa Kujangsari,” imbuhnya.

Menurutnya, beberapa bulan lalu Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu telah panen raya di atas lahan 2.500 hektare. 

“Dukungan irigasi akan sangat membantu peningkatan produktivitas,” ujarnya. (*/red)

One Piece Ditindak, Ambalat Dinegosiasikan: Ironi Nasionalisme

By On Rabu, Agustus 06, 2025

Bendera One Piece. 

Oleh: Jannus TH Siahaan

PEMERINTAH kini tampaknya gemar bersikap keras terhadap simbol, tapi lembek terhadap kedaulatan.

Menjelang Hari Kemerdekaan ke-80, pemerintah menunjukkan reaksi ‘represif’ terhadap pengibaran bendera bajak laut fiksi dari anime One Piece, Jolly Roger bertopi Jerami, yang dikibarkan sejumlah warga dan pelajar.

Bendera itu, yang oleh warganet disebut sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan demokrasi yang menyusut, langsung ditanggapi dengan ancaman pidana oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan.

Wakil Ketua DPR pun menyebut gerakan itu sebagai upaya sistematis memecah persatuan bangsa. Namun, ketika Malaysia secara terang-terangan mendekati Blok Ambalat dengan kapal eksplorasi dan narasi geopolitik, reaksi negara justru nyaris tak terdengar.

Fenomena pengibaran Jolly Roger bukan sekadar gaya hidup pop culture. Ia adalah bentuk satir rakyat terhadap negara yang mereka nilai represif, simbolis, dan gagal membaca krisis yang sebenarnya.

“Merah putih terlalu suci untuk dikibarkan saat rakyat masih dijajah oleh kekuasaan sendiri,” tulis seorang pengguna X.

Yang lain mengganti logo HUT RI dengan desain bajak laut sebagai tanda protes terhadap elite yang dianggap menggadaikan republik ini demi investasi dan citra semu.

Dan memang benar, dalam dunia yang penuh paradoks ini, negara lebih mudah mengkriminalisasi bendera anime daripada menghadapi negara lain yang perlahan menyusup ke perairan kaya energi.

Blok Ambalat adalah wilayah laut strategis yang terletak di perbatasan Kalimantan Timur, kaya cadangan minyak dan gas. Malaysia telah lama mengklaim kawasan ini sebagai bagian dari blok ND6 dan ND7, yang mencakup wilayah eksplorasi migas potensial senilai miliaran dolar AS.

Menurut laporan World Oil Outlook 2023 yang dirilis OPEC, kawasan Laut Sulawesi mengandung potensi cadangan minyak mencapai 62 juta barel dan gas sebesar 1,2 triliun kaki kubik, angka yang membuat kawasan ini diperebutkan oleh banyak kepentingan.

Namun, dalam pertemuan bilateral terbaru antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Dato Anwar Ibrahim, tidak ada pernyataan tegas mengenai klaim Indonesia. Yang muncul hanyalah retorika pengembangan bersama atau joint development, istilah manis untuk menutupi absennya posisi tegas negara dalam menjaga batas.

Bahkan dalam keterangan pers resmi Sekretariat Kabinet (29 Juli 2025), kata “Ambalat” hanya muncul sekali dan tanpa rujukan posisi hukum atau deklarasi kedaulatan.

Dalam hukum laut internasional, terutama Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982), kerja sama eksplorasi di wilayah sengketa tanpa penyelesaian batas maritim dapat menjadi preseden negatif. Sebab, partisipasi negara dalam pengelolaan bersama akan menciptakan pengakuan de facto atas klaim lawan.

Jika benar Indonesia dan Malaysia sepakat mengebor bersama tanpa menegaskan batas, maka 10 tahun ke depan, Ambalat bisa hilang dari peta RI seperti Sipadan dan Ligitan yang “dilepas diam-diam” melalui putusan Mahkamah Internasional 2002. Ironisnya, kita menyaksikan transformasi nasionalisme menjadi ritual kosong.

Simbol menjadi lebih penting daripada substansi. Negara memilih bersolek dengan jargon kedaulatan, tapi tidak berani mengartikulasikan hak atas ruang hidup bangsa.

Ini adalah bentuk kegagalan struktural, di mana birokrasi hanya bekerja pada hal-hal yang bisa dikendalikan seperti siswa, bendera, dan unggahan media sosial.

Namun, ketika yang dihadapi adalah negara lain, kekuasaan tiba-tiba kehilangan nyali. Kita kalah bukan karena diserang, tapi karena takut menyatakan hak kita sendiri.

Ini bukan konflik bersenjata. Ini adalah erosi kedaulatan yang dilegitimasi oleh diamnya negara.

Ambalat hari ini bukan hanya soal batas wilayah, tapi ujian apakah Indonesia benar-benar punya keberanian untuk menyebut dirinya berdaulat dalam makna sejati.

Menurut sosiolog politik Pierre Bourdieu (1977), negara modern menjalankan dominasi melalui apa yang ia sebut sebagai kekerasan simbolik, yakni kemampuan menentukan mana simbol yang sah dan mana subversif.

Negara bisa dengan lantang mengutuk bendera bajak laut, tapi bungkam terhadap pelanggaran teritorial, karena simbol lebih mudah dikendalikan daripada realitas geopolitik. Simbol dijadikan panggung. Realitas justru kesannya dihindari.

Dalam kerangka lain, Joel Migdal dalam Strong Societies and Weak States (1988) menjelaskan bahwa negara lemah bukan karena tidak punya alat kekuasaan, melainkan karena tidak mampu menggunakannya terhadap struktur yang lebih kuat.

Ia menulis bahwa “state weakness is most evident when states choose to regulate symbols rather than behaviors”.

Indonesia hari ini adalah potret klasik negara yang kuat secara prosedural, tapi lemah secara substantif, yang hanya sibuk menertibkan simbolisme anak muda, tapi abai menegakkan garis batas geopolitik. Ketimpangan ini terlihat jelas di Kalimantan Utara.

Menurut data BPS (2024), sekitar 38,4 persen masyarakat pesisir di Kabupaten Nunukan menggantungkan hidup dari sektor perikanan tangkap. Namun sejak 2022, hasil tangkapan ikan menurun drastis akibat masuknya kapal asing dan eksplorasi seismik laut dalam.

Sementara APBN menganggarkan subsidi bahan bakar solar untuk nelayan sebesar Rp 1,1 triliun tahun 2025, laporan Ombudsman RI wilayah Kaltara mencatat distribusi BBM bersubsidi di perbatasan tidak pernah optimal karena ketidakjelasan zonasi dan pengawasan.

Kondisi ini mencerminkan betapa terputusnya sentralitas pusat di Jakarta dari denyut realitas di garis depan perbatasan.

Ketika nelayan kehilangan ruang tangkap dan anak muda kehilangan ruang kritik, maka yang hilang bukan sekadar wilayah atau simbol, tetapi fondasi sosial negara itu sendiri.

Negara gagal hadir bukan karena tak punya sumber daya, melainkan karena keliru memilih siapa yang perlu ditindak dan siapa yang perlu ditakuti. Sikap negara juga memperlihatkan selektivitas yang menyakitkan.

Ketika pelajar mengganti logo 17 Agustus dengan tengkorak bajak laut, negara menyebutnya makar. Namun ketika wilayah negara di Laut Sulawesi dibagi secara diam-diam untuk kepentingan diplomasi energi, tak satu pun pasal digunakan untuk mempertanyakan.

Ini bukan lagi tentang nasionalisme. Ini tentang siapa yang dianggap cukup kecil untuk ditindas, dan siapa yang terlalu besar untuk disentuh.

Sebelum menjabat Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka padahal pernah mengenakan pin One Piece saat debat Pilpres 2024. Saat itu, publik memujinya sebagai anak muda yang dekat dengan generasi Z.

Kini ketika generasi Z yang sama menggunakan simbol itu untuk mengkritik negara, mereka potensial dipanggil aparat dan diancam pidana berdasarkan UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Inilah watak kekuasaan yang takut pada ekspresi rakyat, tapi jinak pada tantangan eksternal. Tak heran jika rakyat mencari simbol alternatif.

Dalam dunia One Piece, bendera bajak laut bukan lambang kriminalitas, tapi semangat menolak tatanan yang busuk. Luffy dan krunya tidak merampas, tapi melawan rezim korup dan penindasan struktural.

Maka tak mengejutkan jika generasi muda lebih memilih Jolly Roger ketimbang simbol negara yang telah direduksi jadi pajangan protokoler.

Buggy the Clown, salah satu karakter dalam One Piece, adalah contoh ideal dari kekuasaan palsu. Ia bodoh, panik, penuh gaya, dan tak punya kemampuan apa pun.

Namun, sistem yang korup dan manipulatif menjadikannya salah satu penguasa dunia bajak laut. Ia naik bukan karena layak, tapi karena sistem butuh wajah lucu agar tampak stabil.

Di Indonesia hari ini, kita punya banyak Buggy yang ‘berisik’, ‘banyak gaya’, tapi kosong nyali.

Jika Presiden Prabowo ingin dikenang bukan sebagai presiden yang diam saat wilayah dirampas perlahan, maka ia harus menyatakan dengan terang bahwa Ambalat adalah milik Indonesia.

Bukan melalui diplomasi basa-basi, tapi melalui posisi tegas, hukum yang jelas, dan perlindungan nyata terhadap nelayan serta perbatasan. Karena tidak ada negara yang berdaulat jika hanya berani menertibkan simbol, tapi takut menjaga wilayah.

Dan jika pemerintah terus menganggap bendera bajak laut sebagai ancaman, maka mungkin yang sebenarnya mereka takutkan bukan tengkorak dan topi jerami, melainkan pesan diam-diam yang dikandungnya, bahwa di tengah negara yang abai, rakyat masih bisa bermimpi tentang keadilan, walau hanya sebatas lewat fiksi.

Karena pada akhirnya, yang membedakan negara berdaulat dari panggung boneka adalah keberaniannya menyebut terang siapa lawan sejati bangsa ini: bukan anak-anak penggemar anime, tapi mereka yang diam-diam menjual batas, menukar energi dengan diam, dan membungkam kebenaran demi stabilitas yang palsu.

Indonesia tidak akan runtuh oleh bajak laut fiktif. Namun, bisa runtuh oleh ketakutan para penguasanya sendiri untuk bersuara atas apa yang sejatinya pantas dipertahankan, yakni tanah, laut, dan harga diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya besar ini.

Penulis adalah Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik.


Sumber: Kompas.com

Modus Buka Tutup Toko, Penjual Obat Tramadol dan Hexymer Marak di Bandung Barat

By On Selasa, Agustus 05, 2025




BANDUNG, DudukPerkara.News - Bersarang di sebuah warung/toko para mafia obat jenis tramadol dan hexymer menjadikan buka tutupnya warung untuk mengelabuhi Masyarakat dan Aparat Penegak Hukum di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Pintarnya para mafia itu dapat mengelabuhi Masyarakat dan Kepolisian Khususnya Polres Ba  menjadikan warung yang ditutup sebagai transaksi obat terlarang jenis tramadol hexymer.

Dadan selaku aktifis Jawa Barat, pada hari Senin (4/8/2025) menemukan empat (4) warung di Wilayah Hukum Polres Cimahi, terlihat jelas pembelian obat keras jenis Tramadol dan hexymer itu tidak memakai resep dari dokter bahkan seperti membeli kerupuk saja.

"Kami (aktifis Jawa Barat) melihat penjualan obat obatan terlarang di Wilayah Hukum Polres Cimahi mengumpulkan bukti hasil investigasi mendapatkan empat (4) warung yang menjual obat obatan tanpa ada izin (ilegal) di antaranya :

 -- Di Jalan Raya Batujajar No.18, Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat.

-- Di jalan Raya Kadubangkong No. 111, Kadubangkong, Kecamatan Ngmparah, Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat.

-- Di Jalan Letkol G.A. Manulang No.105 B, Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

-- Di Jl. St. No. Depan, Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat tepatnya di seberang Stasiun Cepat Padalarang. Jelasnya 

Menurut Dadan, modus kios penjual obat tramadol cukup beragam, seolah-olah warung di tutup kadang dibuka, Perbedaannya mereka dengan warung yang di tutup namun ramai pembeli,

"Mereka mnggunakan modus seperti itu untuk dijadikan pengalihan pandangan dari masyarakat umum supaya tidak terlihat mencolok kegiatan jual beli obat tramadol," ungkapnya. 

Menurutnya, penelusuran itu merupakan bentuk rasa peduli atas maraknya peredaran obat keras (ilegal) dan berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat beserta Kepolisian Polres Cimahi bisa menindak lanjuti temuan tersebut.

“Mendesak pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pengusutan tuntas dan melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku terhadap oknum/mafia/kartel distributor obat-obatan terlarang (Tramadol) di Wilayah Hukum Polres Cimahi” Tandasnya mengakhiri. (Sumardi)

Ketua MPR Bilang Bendera One Piece Bentuk Ekspresi Kreativias: Hatinya Pasti Merah Putih

By On Selasa, Agustus 05, 2025

Ketua MPR, Ahmad Muzani. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Pengibaran bendera Jolly Roger dari anime One Piece sebagai ekspresi kreativitas. Orang-orang yang mengibarkan bendera One Piece pada momentum HUT ke-80 RI dinilai tetap memiliki hati merah putih atau nasionalisme.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani kepada wartawan saat dimintai tanggapan soal reaksi pemerintah dinilai terlalu keras atas pengibaran bendera dari sebuah film kartun, Minggu, 03 Agustus 2025.

“Saya kira itu ekspresi kreativitas, ekspresi inovasi, dan pasti hatinya adalah merah putih, semangatnya merah putih, bentuknya adalah syukur kepada Allah, syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Republik Indonesia sudah berumur 80 tahun,” ujar Muzani.

Menurutnya, orang-orang yang mengibarkan bendera One Piece itu tetap berharap Indonesia akan terus eksis dan bisa mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, MPR yakin masyarakat mensyukuri kemerdekaan yang telah berumur 80 tahun.

Perasaan itu, kata dia, menjadi alasan pemerintah meminta pengibaran bendera merah putih setiap 17 Agustus.

“Karena itu sebagai bentuk kesyukuran, kami berharap seluruh rakyat Indonesia merenungi apa yang sudah dilakukan oleh para pendiri bangsa dengan cara mengibarkan Bendera Merah Putih,” kata Muzani.

Diketahui sebelumnya, sejumlah pihak menilai reaksi pemerintah atas pengibaran bendera Jolly Roger dari anime One Piece berlebihan.

Dalam film tersebut, bendera itu merupakan simbol bajak laut, kelompok yang menentang kekuasaan marinir dan mencita-citakan kebebasan.

Pengibaran bendera One Piece pada momentum HUT RI disebut sebagai ungkapan kritik atas kinerja pemerintah.

Namun, pengibaran bendera itu oleh sejumlah pihak dinilai menandai gerakan sistematis untuk memecah belah bangsa.

“Kita juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan intelijen, memang ada upaya-upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, Kamis, 31 Juli 2025.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Budi Gunawan mengatakan, pemerintah akan mengambil langkah tegas jika terdapat kesengajaan mengibarkan bendera bajak laut di hari kemerdekaan Indonesia.

“Konsekuensi pidana dari tindakan yang mencederai kehormatan bendera merah putih,” ujar Budi Gunawan, dalam siaran persnya, Jumat, 01 Agustus 2025. (*/red)

Polisi Gerebek Kantor Ormas yang Disulap Jadi Pabrik Ekstasi di Medan

By On Selasa, Agustus 05, 2025

Kantor Ormas di Medan yang disulap jadi pabrik Ekstasi digerebek Polisi. 

MEDAN, DudukPerkara.News – Kantor Sub Rayon sebuah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), digerebek pihak Kepolisian.

Pasalnya, Kantor Ormas tersebut diduga memproduksi narkoba jenis ekstasi.

Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penggerebekan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di Kantor Ormas di Jalan Teratai, Keludahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

“Kemudian tim melakukan pengamatan dan melihat tersangka MR (42) masuk ke dalam TKP (Kantor Ormas-red), sehingga tim melakukan penggerebekan dan penggeledahan,” ujar Kombes Jean Calvijn, Senin, 04 Agustus 2025.

Penggerebekan itu dilakukan pada Jumat, 25 Juli 2025. Dalam penggerebekan itu, ketiga tersangka melarikan diri dan terjun ke sungai yang berada di sepanjang bantaran belakang TKP.

“Keesokannya pukul 15.00 WIB diinfokan bahwa tersangka SS sudah meninggal dunia di seberang sungai tak jauh dari TKP,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan, identitas tersangka yang meninggal dunia tersebut adalah SS yang juga merupakan ketua subrayon ormas tersebut.

Dalam operasi tersebut, tim mengamankan 94 butik ekstasi logo bintang hasil produksi rumahan, dua butir cokelat logo RR (meth), dua butir pil cokelat logo RR (mengandung asetaminofen/paracetamol), dua butir pil kuning logo Dior (mengandung asetaminofen/paracetamol), 0,1 gram serbuk pink (MDMA), satu botol pewarna makanan, alat cetak ekstasi rakitan antara lain martil, kikir, wajan, piring, sendok, sekrup dan paku. (*/red)

Guru Besar Hukum Tata Negara Sebut Kibarkan Bendera One Piece Bukan Makar dan Tidak Bisa Dipidanakan

By On Selasa, Agustus 05, 2025

Bendera One Piece. 

MALANG, DudukPerkara.News – Pengibaran bendera One Piece bajak laut bukanlah sebuah makar. Dalam regulasi konstitusi, pengibaran bendera bajak laut itu merupakan bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat.

Hal tersebut dikatakan Guru Besar (Gubes) Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya (UB), Prof. Muhammad Ali Safa’at kepada wartawan, Senin, 04 Agustus 2025.

Menurutnya, tindakan makar dalam pengibaran bendera bajak laut harus diiringi dengan representasi suatu organisasi atau paham yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Dia berpandangan, bendera itu adalah bagian dari ekspresi, karena sejauh ini belum ada gerakan masif untuk melakukan penggulingan tersebut.

“Menurut saya, fenomena bendera itu mewakili berbagai macam pandangan dan aspirasi massa. Kalau itu dinyatakan sebagai bentuk makar, maka harus mewakili suatu organisasi atau paham yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah,” ujarnya.

Pria yang juga Wakil Rektor II Universitas Brawijaya ini menjelaskan, pengibar bendera bajak laut terbagi dua jenis,  satu yang memang mengikuti tren yang sedang marak di media sosial (medsos), dan yang kedua adalah mereka yang mewakili pandangan akar anti-kemapanan.

“Mewakili pandangan tertentu yang memang memiliki akar dari bendera itu, misalnya soal anti-kemapanan. Itu ancaman pemberontakan terhadap semua kekuatan, tidak hanya terhadap pandangan tertentu, tapi juga perusahaan-perusahaan besar dan sebagainya,” jelasnya.

Maka, kata dia, konteks dari pengibaran bendera bajak laut itu adalah bagaimana masyarakat melawan kemapanan, kemegahan, dan hal-hal yang dianggap menindas serta merugikan masyarakat.

Namun hal itu bukan merupakan bentuk makar, karena tidak ada tujuan menggulingkan pemerintahan dan tidak terafiliasi dengan organisasi atau lembaga yang dilarang pemerintah.

“Menurut saya, itu tidak termasuk dalam kategori makar, dan tidak ada hubungannya dengan makar. Hanya menunjukkan ekspresi saja,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menaruh gambar bajak laut di bendera Merah Putih, karena hal itu dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penghinaan terhadap simbol negara.

Bahkan, kata dia, pemasangan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera bajak laut disebutnya tidak bisa dipidanakan atau diperkarakan secara hukum.

“Dalam Undang-Undang Bendera dan Bahasa, selama lambang bajak laut tidak ditaruh di tengah-tengah bendera Merah Putih, itu tidak jadi persoalan. Kalau, misalnya, dikibarkan (dengan bendera Merah Putih dan bendera bajak laut), sepanjang ukurannya lebih rendah atau lebih kecil, itu tidak jadi persoalan,” pungkasnya.

Diketahui, pengibaran bendera bajak laut yang identik dengan kartun One Piece marak dilakukan di masyarakat. Beberapa pengibar bendera bajak laut bahkan sempat dijemput aparat penegak hukum setelah dianggap melanggar.

Terakhir, di Tuban, seorang pemuda dijemput aparat keamanan usai mengunggah bendera bajak laut di media sosialnya. (*/red)

Hadiri Kick Off CKG, Gubernur Andra Soni: Penting untuk Cegah dan Deteksi Dini Masalah Kesehatan

By On Selasa, Agustus 05, 2025


TANGERANG, DudukPerkara.News – Gubernur Banten, Andra Soni memastikan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah berjalan masif di Provinsi Banten. CKG bermanfaat untuk mencegah dan mendeteksi dini masalah kesehatan.

Hal itu sampaikan Andra Soni saat mendampingi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI), Meutya Viada Hafid dalam Kick-off CKG Sekolah di SMP Katolik Penabur, Jalan Kelapa Gading Barat Raya, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin, 04 Agustus 2025.

Menurut Andra Soni, di Provinsi Banten telah tiga hari terakhir dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK dan SKh. 

“Pelaksanaan program ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan petugas Puskesmas di lapangan,” ujarnya.

Ditegaskan, pemeriksaan kesehatan penting sebagai upaya pencegahan dan deteksi masalah kesehatan sejak dini. 

“Seringkali kita baru sadar pentingnya cek kesehatan saat sudah sakit. Padahal, melalui program ini kita bisa mendeteksi masalah kesehatan sejak dini,” kata Andra Soni yang saat itu didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni.

Andra Soni menjelaskan, pemerintah provinsi membawahi satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SKh. Sedangkan pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab atas SD dan SMP.

“Kami berkolaborasi tanpa membatasi kewenangan. Bersama petugas Puskesmas dan dukungan Pemerintah Pusat, kami turun langsung ke lapangan,” tambahnya.

Andra Soni optimistis program nasional itu akan memberi manfaat besar bagi kesehatan anak-anak Banten.

“Dengan kolaborasi kuat antara pusat dan daerah, kami yakin target nasional 53 juta siswa dapat tercapai, dan anak-anak Indonesia bisa tumbuh lebih sehat,” pungkasnya.

Menkomdigi RI Meutya Viada Hafid menyampaikan, CKG Sekolah merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

“Sebelumnya, sudah ada 16 juta orang di Indonesia yang melakukan cek kesehatan gratis. Insyaallah, target berikutnya adalah 53 juta siswa dari Sabang sampai Merauke, tanpa ada siswa-siswi yang tertinggal atau non-student left behind,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Kementeriannya hadir untuk memastikan komunikasi publik berjalan transparan sekaligus memperkuat infrastruktur digital.

“Ketika program ini dilakukan secara masif, data yang terkumpul akan sangat banyak. Maka, sistem pendataan harus terkoneksi dengan baik,” kata Meutya.

Menkomdigi juga meninjau langsung beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan mata.

“Kami ingin melihat apakah paparan gadget mempengaruhi kesehatan anak-anak. Ternyata benar, gangguan penglihatan menjadi salah satu masalah yang banyak ditemukan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menambahkan, program ini menyasar seluruh siswa SD, SMP, hingga SMA.

“Meski hari ini kick-off, tiga hari sebelumnya program sudah berjalan. Dalam tiga hari, sudah ada 96.415 siswa di Banten yang diperiksa,” jelasnya.

Dia mengakatakan, program juga mencakup anak usia sekolah yang tidak bersekolah, santri pondok pesantren, dan pelajar sekolah agama.

“Tenaga kesehatan datang langsung ke sekolah untuk pemeriksaan. Sementara bagi anak di luar sekolah, mereka bisa memanfaatkan pelayanan Puskesmas atau kegiatan di komunitas,” ujarnya.

Ati mengungkapkan, rata-rata kesehatan siswa cukup baik, dengan gangguan yang banyak ditemukan berupa gangguan penglihatan jarak jauh (SMP dan SMA). Anemia pada remaja putri dan carie gigi pada anak SD Sedangkan untuk hasil skrining anemia, masih menunggu pemeriksaan laboratorium. (*/red)

Menaker Yassierli Buka PBL, Wabup Najib Bangun Sinergi dengan BBPVP Serang

By On Selasa, Agustus 05, 2025


SERANG, DudukPerkara.News – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Yassierli membuka Project Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Senin, 4 Agustus 2025.

PBL diyakini akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di industri.

Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas, menyambut baik kegiatan PBL dengan memberi pembelajaran Smart Farming, Smart IT Creative Skills, Smart Manufacturing, Smart Building, dan Smart Supply Chain yang digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker melalui BBPVP Serang.

“Hari ini saya mewakili Ibu Bupati untuk menghadiri pembukaan pelatihan PBL. Sebagaimana arahan Pak Menteri, pelatihan di BBPVP adalah transformasi terkait tantangan ke depan untuk peningkatan kapasitas SDM atau skill, ternyata kompetensi ini harus terus berkembang,” ujarnya kepada wartawan.

Meski demikian, kata Najib Hamas, Menaker Yassierli menyampaikan jika terdahulu untuk pelatihan menjahit masih tetap berlangsung.

“Akan tetapi ke depan sesuai kebutuhan industri, kompetensi ini akan terus berkembang dan juga semakin beragam,” katanya.

Oleh karenanya, Najib Hamas mengaku dirinya dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Diana Ardhianty Utami, sudah berdiskusi bersama Menaker Yassierli dan Dirjen Binalavotas Kemnaker, Agung Nur Rohmat.

“Pemda Kabupaten Serang akan bersinergi dengan BBPVP untuk melakukan MOU terkait peningkatan kapasitas SDM, daya dukung industri. Kemudian yang kedua, pelatihan SDM untuk pengurus koperasi, itu yang akan kita rintis dan laksanakan,” terangnya.

Dengan demikian, Najib Hamas mengajak warga Kabupaten Serang, khususnya para pemuda lulusan SMA, SMK, atau kuliah, untuk berkomunikasi dengan Disnakertrans yang mewakili Pemda Kabupaten Serang untuk mengikuti kerja sama pelatihan yang saat ini digelar sangat banyak dan beragam.

“Baik pelatihan barista, pendamping wisata, pengelolaan koperasi, dan sebagainya. Mudah-mudahan ini bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kapasitas lulusan SMK atau kuliah. Kemudian bisa secara mandiri anak muda berkarya membuat peluang-peluang ekonomi dengan wirausaha, jadi tidak hanya semata-mata untuk kerja di pabrik,” pungkasnya.

Menaker Yassierli mengatakan, dengan digelarnya PBL, pihaknya berkeinginan sebuah program pelatihan juga sesuai dengan perkembangan teknologi. Oleh karenanya, banyak konten yang disebut dengan smart-smart.

“Selanjutnya, kita ingin penjembatan antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan di industri. Makanya kita buat namanya project based learning, pelan-pelan kita nanti akan sambungkan mereka dalam suatu program magang, tetapi pelan-pelan. Untuk sekarang, kita coba dulu, nanti kita lihat hasilnya, nanti kita evaluasi,” ujarnya.

Menaker Yassierli optimis ke depan bahwa project based learning akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di industri.

“Harapannya kita ingin project based learning ini nanti menjadi salah satu tren baru yang digantungi oleh anak-anak muda, milenial, untuk mereka bisa meningkatkan kompetensi mereka. Adapun untuk target project based learning sebanyak 20 ribu orang yang kita latih,” paparnya.

Turut hadir Dirjen Binalavotas Kemnaker, Agung Nur Rohmat, Kepala BBPVP Serang, Adi Nugroho, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Fatah Sulaiman, Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, dan tamu undangan lainnya serta ratusan peserta pelatihan.

Untuk diketahui, Project-Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proyek nyata dan autentik untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka.

Dalam PBL, siswa bekerja pada proyek yang relevan dengan kehidupan nyata, sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam konteks yang lebih luas dan berarti. (*/red)

Memahami Fenomena Bendera One Piece

By On Senin, Agustus 04, 2025

Bendera One Piece. 

Oleh: Ahkam Jayadi

FENOMENA bendera bajak laut “Jolly Roger” dari serial One Piece yang dikibarkan oleh sejumlah remaja dan mahasiswa di berbagai kampus dan ruang publik di Indonesia telah memantik perhatian publik.

Fenomena pop yang muncul menyusul redupnya tagar “Indonesia gelap" dan "Kabur aja dulu”. Tak sedikit yang menyambutnya sebagai ekspresi budaya pop. Namun, ada yang mengaitkannya dengan radikalisme, pemberontakan simbolik terhadap negara, hingga indikasi pelecehan terhadap simbol-simbol kebangsaan.

Tentu saja klaim yang terlalu berlebihan dan emosional. Namun, apakah bendera One Piece harus ditafsirkan secara politis dan ideologis seiring dengan momentum perayaan HUT Kemerdekaan NKRI ke 80 tahun?

Budaya Pop dan Identitas Generasi Muda

Secara sosiologis, fenomena ini dapat dipahami melalui pendekatan budaya populer (popular culture).

John Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture: An Introduction (Routledge, London, 2009) menjelaskan bahwa budaya pop merupakan bentuk ekspresi sosial dari masyarakat yang mengalami transformasi nilai dan identitas dalam konteks global.

Bendera One Piece bukan sekadar simbol bajak laut, tetapi telah menjadi ikon perlawanan simbolik terhadap sistem yang dianggap represif, ketidakadilan sosial, dan impian akan dunia yang bebas dan adil.

Pemerintah seharusnya melihat dan memahami dari perspektif ini untuk kemudian ditanggapi secara positif.

Dalam narasi One Piece, bendera tengkorak tersebut bukan simbol kekerasan atau kejahatan semata, tetapi menjadi representasi dari impian, kebebasan, solidaritas, dan perlawanan terhadap tirani.

Karakter utama, Monkey D. Luffy, memperjuangkan keadilan dan pembebasan dari penindasan melalui jalur “bajak laut”, yang dalam konteks fiksi justru dimaknai sebagai pahlawan anti-mainstream.

Hal ini mencerminkan bagaimana generasi muda mengekspresikan diri melalui identifikasi simbolik terhadap narasi-narasi perlawanan alternatif yang ditawarkan budaya pop.

Paradigma Kulturalisme dan Tafsir Simbolik

Paradigma yang tepat untuk memahami fenomena ini adalah paradigma kulturalisme dan hermeneutika simbolik.

Dalam paradigma kulturalisme, budaya tidak hanya dipahami sebagai produk seni dan estetika, melainkan sebagai medan pertarungan makna antara dominasi dan resistensi (Raymond Williams, Culture and Society 1780–1950, Columbia University Press, New York, 1958).

Sedangkan dalam pendekatan hermeneutika simbolik, seperti dikembangkan oleh Clifford Geertz (The Interpretation of Cultures, Basic Books, New York, 1973), simbol-simbol budaya ditafsirkan dalam konteks makna yang hidup di benak masyarakat, bukan secara literal atau legalistik.

Mengibarkan bendera One Piece di kampus dan di mobil-mobil angkutan, jika tidak disertai dengan niat subversif, bukan berarti menghina negara, melainkan bagian dari ekspresi budaya identitas dan perasaan keterasingan masyarakat (generasi muda) terhadap realitas sosial-politik yang sedang berlangsung.

Data dari Google Trends menunjukkan bahwa pencarian terkait One Piece di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada Juli hingga Agustus 2025, bertepatan dengan rilis film terbaru One Piece: Red dan viralnya aksi pengibaran bendera bajak laut di berbagai tempat.

Media sosial seperti TikTok dan X (Twitter) juga memperlihatkan ribuan unggahan dengan tagar #BenderaOnePiece dan #FreedomLikeLuffy.

Ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh budaya Jepang terhadap generasi muda Indonesia hari ini.

Beberapa puluh tahun lalu, sebelum maraknya media sosial, serial TV yang sangat populer dan digandrungi masyarakat adalah “Oshin”.

Studi dari Japan Foundation tahun 2022 mencatat bahwa Indonesia termasuk lima besar negara dengan penggemar budaya Jepang terbanyak di dunia, dengan One Piece sebagai salah satu ikon utama.

Pengaruh ini sangat besar dalam membentuk cara pandang, bahasa simbolik, dan identitas sosial generasi muda. Sejatinya negara dan institusi hukum tidak boleh serta-merta menarik batas antara simbol budaya pop dan simbol subversif.

Teori Michel Foucault tentang kekuasaan dan resistensi (Discipline and Punish, Pantheon Books, New York, 1977) mengingatkan kita bahwa kekuasaan selalu diimbangi dengan resistensi dalam bentuk simbolik maupun nyata.

Ketika negara terlalu cepat menilai tindakan simbolik sebagai bentuk pelanggaran, maka yang terjadi bukan pendidikan, melainkan represi.

Di sinilah negara dan aparat keamanan perlu bijak dalam memahami bahwa tidak semua simbol adalah ancaman.

Dalam ruang publik demokratis, simbol-simbol budaya populer seringkali menjadi kanal katarsis sosial, bukan deklarasi ideologi.

One Piece mengajarkan bahwa keadilan tidak selalu lahir dari sistem formal, tapi juga dari perjuangan tanpa pamrih demi sesama.

Fenomena bendera bajak laut bukan soal makar, tetapi tentang pencarian makna hidup, solidaritas, dan harapan akan dunia yang lebih baik, meski dalam bentuk simbol animasi.

Ketimbang mencurigai, lebih baik kita mengajak generasi muda berdialog, membahas makna kebebasan, keadilan, dan nasionalisme dengan bahasa yang mereka pahami: bahasa simbol dan budaya pop.

Penulis adalah Dosen dan Pemerhati masalah Hukum dan Kemasyarakatan.


Sumber: Kompas.com

Soal Hasto dapat Amnesti, KPK Bilang ini Pertama Kali Terjadi

By On Senin, Agustus 04, 2025

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Pemberian Amnesti terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, selaku terdakwa kasus suap dan perintangan penyidikan, baru pertama kali terjadi.

Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, Jumat, 01 Agustus 2025.

“Kalau untuk KPK sendiri, sejauh yang saya dinas di sini, ini adalah yang pertama, amnesti ini,” ujarnya.

Menurut Asep, pemberian Amnesti dan Abolisi merupakan hak prerogatif Presiden yang diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Jadi karena itu adalah merupakan hak prerogatif, ya kita harus melaksanakan. Dari Keppres ini, Keppres ini harus kita laksanakan,” ujarnya.

Diketahui, Hasto resmi dibebaskan dari Rutan KPK di Gedung Merah Putih sekitar pukul 20.23 WIB.

Didampingi kuasa hukumnya, Febridiansyah, Hasto terlihat mengenakan kaus berwarna merah dibalut jas hitam.

Hasto dibebaskan usai Presiden Prabowo memberikan amnesti atau pengampuan kepada politikus PDI-P tersebut. (*/red)

Prabowo Beri Hasto Amnesti-Tom Lembong Abolisi, PSI: Demi Kebaikan Bangsa

By On Senin, Agustus 04, 2025

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) dan Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto resmi bebas dari balik jeruji besi setelah mendapat Abolisi dan Amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghormati keputusan Prabowo itu.

“Kami menghormati keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Amnesti dan abolisi adalah hak prerogatif presiden yang diatur dalam konstitusi,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman kepada wartawan, Sabtu, 02 Agustus 2025.

Menurut Andy, hak prerogatif Presiden memberikan Amnesti dan Abolisi diatur dalam UUD 1945 Pasal 14 ayat.

Dia percaya keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan yang kompleks demi kebaikan bangsa.

“Kami percaya keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan yang kompleks demi kebaikan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Dia mengajak semua pihak untuk juga menghormati keputusan Presiden ini. Menurutnya, hukum dan keadilan adalah dasar penting dalam bernegara demokrasi.

“Kami percaya bahwa hukum, konstitusi dan keadilan adalah dasar penting dalam negara demokrasi,” pungkasnya.

Diketahui, Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto resmi bebas dari balik jeruji besi setelah mendapat Abolisi dan Amnesti.

Tom Lembong dan Hasto berterima kasih ke Presiden Prabowo Subianto.

Hasto Kristiyanto sebelumnya divonis 3,5 tahun penjara terkait kasus suap pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR Periode 2019-2024 untuk Harun Masiku.

Sementara Tom Lembong divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi impor gula. Tom telah mengajukan banding atas vonis itu.

Abolisi dan Amnesti tersebut diberikan setelah DPR RI dan pemerintah menggelar rapat konsultasi membahas pertimbangan Presiden terkait pemberian Amnesti hingga Abolisi. Penyerahan Keppres dilakukan pada Jumat, 01 Agustus 2025. (*/red)

Kongres PDI-P, Megawati: Saya Tak Butuh Kader Hanya Pandai Beretorika

By On Senin, Agustus 04, 2025

Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. 

JAKARTA, DudukPerkara.News – Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri mengingatkan kadernya agar tak menjadikan partai untuk kepentingan pribadi.

Megawati menegaskan pentingnya kehadiran kader partai di tengah rakyat dalam setiap kerja politik.

Menurutnya, loyalitas sejati seorang kader tidak diukur dari kepiawaian berbicara, melainkan dari kesediaan untuk turun langsung menyatu dengan rakyat.

“Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput,” kata Megawati saat pidato penutupan di acara Kongres VI PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu malam, 02 Agustus 2025.

Megawati mengatakan, arah konsolidasi partai ke depan tidak boleh terjebak dalam pencitraan atau politik populis, melainkan harus berakar pada kerja kerakyatan dan pembumian ideologi.

“Menyatu dengan rakyat dan menegakkan garis-garis ideologi banteng,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar partai tidak dijadikan alat untuk meraih kekuasaan atau kekayaan pribadi. Ia meminta para kader untuk senantiasa mematuhi instruksinya.

“Selalu jalankan instruksi saya dengan penuh kesetiaan. Kalau tidak siap, lebih baik mundur secara kesatria. Jangan jadikan partai ini arena untuk terus-menerus mencari kekuasaan dan kekayaan pribadi,” pungkasnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *